Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KURSI roda pada pelayanan jemaah haji tahun ini begitu terasa kegunaannya. Terlebih, dalam penyelengggaraan haji 1444 H/2023 ini proporsi jemaah haji lanjut usia (lansia) yang mencapai sepertiga dari total jemaah haji, atau sekitar 67 ribu jemaah.
Artinya di setiap kelompok terbang (kloter) jemaah haji, rata-rata tidak kurang dari 120-an jemaah yang masuk kategori lansia. Tentu tidak semua jemaah lansia menggantungkan mobilitas pada kursi roda.
Bahkan bisa dibilang jumlah jemaah usia 65 tahun ke atas yang mampu berjalan tanpa dibantu masih jauh lebih banyak ketimbang yang berkursi roda. Akan tetapi, mereka mudah kelelahan ketika menempuh perjalanan untuk beribadah di Masjid Nabawi.
Baca juga: Dua Jemaah Calon Haji Asal Sulteng Batal Berangkat Karena Alasan Kesehatan
Jemaah lansia semakin kepayahan bila tersasar saat hendak kembali hotel tempat mereka menginap.Di situ lah kursi roda diperlukan.
Petugas layananan lansia Sektor Khusus (Seksus) Masjid Nabawi, Anis Kudungga mengatakan yang menjadi masalah adalah jumlah kursi yang sangat terbatas.
Baca juga: Siap-Siap, Tidak Ada Layanan Katering Haji 5 Hari di Mekah
"Di Seksus Nabawi kami kebetulan ada kursi roda tapi tidak banyak. Kami hanya prioritaskan untuk jemaah yang sakit," tutur Anis, di Pos 1 Seksus Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Di awal-awal pelaksanaan ibadah di Masjid Nabawi, kursi-kursi roda dipinjamkan ke jemaah yang mendampingj jemaah lansia untuk pulang ke hotel. Namun, menurut Anis, kursi-kursi roda itu tidak dikembalikan ke Seksus. Beberapa bahkan tidak diketahui keberadaannya.
Hal itu menghambat Seksus Nabawi dalam melayani jemaah lansia. Anis lantas berharap ada penambahan kursi roda di Madinah, terutama di sektornya.
Setidaknya kursi roda tambahan diharapkan tersedia untuk menyambut gelombang kedua jemaah haji Indonesia yang akan mulai berdatangan ke Madinah seusai prosesi ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
"Agar kami bisa memaksimalkan membantu melayani jamaah yang ada di sini baik yang sakit ataupun mungkin bisa yang tersasar," ujar Anis.
Kepala Seksus Nabawi Jasaruddin mengakui jumlah kursi roda yang tersedia di sektornya sebetulnya kurang memadai, hanya belasan unit.
"Idealnya untuk kursi roda untuk melayani di seksus ini ya paling tidak minimal 50 kursi roda. Yang sekarang tersedia yang kami siapkan di sektor khusus ini hanya kurang lebih ada 15 kursi roda," paparnya.
Menurut Jasaruddin, pihak Masjid Nabawi juga menyediakan kursi roda. Akan tetapi, jemaah yang membutuhkan sangat banyak dari berbagai negara.
"Memang setiap tahun disiapkan di masjid ini. Ada di pintu 341 dan 309. Namun tahun ini mungkin karena melihat jemaah lansia yang cukup banyak, bukan hanya jemaah Indonesia tapi juga jemaah lainnya, akhirnya persediaan kursi itu minim," tutur Jasaruddin.
Untuk menyisiati kekurangan kursi roda, Seksus Masjid Nabawi berkordinasi dengan ketua-ketua kloter jemaah haji. "Apakah itu pengadaan sendiri atau mungkin pemindahan secara bergiliran," terang Jasaruddin. (Z-10)
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan atau Gus Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya kerap menerima komentar negatif terkait kebijakan istitha’ah kesehatan jemaah haji.
Menhaj menjelaskan alasan petugas haji 2026 dilatih semi-militer. Fokus pada disiplin, kesiapan fisik-mental, dan tantangan medan di Arab Saudi.
Kemenhaj resmi memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Reguler Tahap II untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pembagian syarikah dilakukan berdasarkan embarkasi guna memastikan layanan jemaah lebih terfokus dan terkoordinasi.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Michaela Benthaus mengukir sejarah sebagai pengguna kursi roda pertama di dunia yang terbang ke luar angkasa bersama Blue Origin milik Jeff Bezos.
Kehadiran atlet-atlet dunia dari belasan negara, akan menjadi pembuktian bagi atlet Indonesia, yang sekaligus menimba ilmu sebelum berburu medali di Asian Para Games 2025.
Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas para veteran sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
Ia mulai aktif dalam olehraga rugby kursi roda ini sejak tahun 2018. Suri menyebut momen paling membanggakan dalam kariernya adalah saat final turnamen di Singapura pada 2019.
Acara ini menghadirkan atlet paralimpik terkemuka dari Australia, seperti Sara Houston, Joshua Hose, Ken O'Brien, dan Nazim "Naz" Erdem, yang telah meraih lima medali emas di Paralimpiade
VF 39, warga Kota Bogor, hingga kini kondisinya tak berdaya. Selain berbaring di tempat tidur yang dilengkapi peralatan medis, kesehariannya hanya di kursi roda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved