JEMAAH haji Indonesia akan mengambil miqat makani di hotel masing-masing di Mekah untuk melaksanakan ihram haji. Miqat makani adalah batas tempat bagi jemaah haji untuk berihram sekaligus memulai niat haji.
Hal ini berbeda dengan ketika jemaah haji tiba dari Madinah atau Jeddah untuk melaksanakan umrah wajib pertama kali masuk Mekah. Jemaah yang datang dari Madinah mengambil miqat di Masjid Bir Ali, sekitar 11 km dari Masjid Nabawi.
Adapun jemaah haji yang datang dari Tanah Air dan mendarat di Jeddah, mengambil miqat di saat pesawat akan melintasi di Yalamlam. Jemaah sudah memakai pakaian ihram dari embarkasi. Ada pula yang mengambil miqat di Bandara King Abdul Aziz (KAA) di Jeddah.
Baca juga:
Kini, untuk berhaji, jemaah hahya perlu mengambil miqat di hotel tempat mereka menginap di Mekah. Hal ini karena semua jemaah sudah melewati masa tinggal empat hari di Mekah sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah. Mereka sudah dianggap sama dengan para mukimin atau penduduk Mekah yang mengambil miqat di kediaman masing-masing.
Konsultan Ibadah Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi KH Kartono menerangkan keabsahan miqat jemaah haji di Mekah.
Baca juga:
"Nanti saat tanggal 8 Dzulhijjah, berangkat ke Arafah, jemaah niat ihram haji langsung dari hotel seperti penduduk Maakkah. Tidak perlu cari miqat lain lagi," jelas Kiai Kartono, di sela kunjungan di sektor 11 di kawasan Misfalah, Mekah, Arab Saudi, Senin (5/6/2023).
Konsekuensi lain secara fiqih dari status sebagai mukimin ini adalah soal shalat jamak. Karena bukan lagi sedang dalam perjalanan, bagi jamaah yang sehat, shalat jamak tidak lagi menjadi rukhshah (keringanan). Menurut Kiai Kartono ini adalah pendapat hampir seluruh mazhab fiqih.
Kedatangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi melalui Madinah masih berlangsung hingga Kamis (8/6) dini hari. Hanya ada satu kloter yang tiba di hari terakhir tersebut, yakni kloter 37 embarkasi Jakarta Bekasi (JKS-37) yang mengangkut 374 jemaah.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga pukul 09.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 13.00 WIB, terdapat 227 kloter dari total 265 kloter jemaah haji gelombang 1 yang sudah mendarat di Madinah. Ke-227 kloter mengangkut 86.214 jemaah haji.
Seiring dengan itu, pemberangkatan jemaah haji dari Madinah ke Mekah juga masih berlangsung. Sejak hari pertama pemberangkatan pada 1 Juni lalu, hingga penghujung hari ke-6 ini, total tidak kurang dari 34 ribu jemaah berpindah ke Mekah. Para jemaah itu terbagi dalam 87 kloter. (Z-3)