Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan bagi Smandel Business Network dan BPJS Ketenagakerjaan.
Pemantapan Nilai Kebangsaan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku serta bertanggung jawab terhadap implementasi nilai-nilai kebangsaan.
Selain itu, kegiatan pemantapan nilai kebangsaan juga untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka tercapainya cita-cita nasional dan tujuan nasional.
Baca juga: Ini Strategi Lemhannas Menangkal Disrupsi Informasi Jelang Pemilu 2024
Deputi Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan, Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, memberikan laporan tentang kegiatan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan bagi Smandel Business Network (SBN) dan BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan Diikuti 89 Peserta
Kegiatan ini diikuti 89 peserta dengan rincian 63 dari SBN, 25 BPJS Ketenagakerjaan, dan satu peserta dari Lemhannas.
"Kegiatan yang akan berlangsung seminggu ini akan diisi materi menyangkut implementasi nilai-nilai kebangsaan oleh pembicara dari Lemhannas dan dari luar Lemhanas," kata Edi Sucipto.
Pembicara dari luar Lemhanas di antaranya Menterii Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, ataf ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bidang Energi, yang juga alumni PPRA 40 Prof Dr Ir Winarni D Monoarfa, dan Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Abdur Rahman Irsyadi
Baca juga: Lemhanas Nilai Dinamika Global 2023 Masih Hantui Ketahanan Nasional
Peserta pemantapan nilai-nilai kebangsaan mesti memahami nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, peserta juga diharapkan meningkatkan moral dan etika sebagai manusia pembangunan Indonesia yang bertanggung jawab terhadap implementasi nilai-nilai kebangsaan.
Berharap Bisa Implementasikan Nilai-nilai Kebangsaan
"Saya mengapresiasi dan bangga diberikan kesempatan sebagai agent of change di masyarakat," jelas Ridho Pandoe, salah satu peserta pemantapan nilai-nilai kebangsaan.
Baca juga; Gubernur Lemhanas: Angkatan Keempat TNI Bidang Siber Sedang Berevolusi
Ridho yang menjabat sebagai Dirut PT Bahana Genta Samodra ini berharap dapat mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan demi mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka tercapainya cita-cita nasional dan tujuan nasional.
"Berbagai perbedaan dan permasalahan yang dihadapi dapat diatasi dengan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang komprehensif, integral, dan holistik, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI," tutur Ridho. (RO/S-4)
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diwarnai ketegangan antara identitas agama dan tenun pluralitas, sebuah pertanyaan fundamental layak kita ajukan kembali.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperingati Hari Ibu Tahun 2025 melalui kegiatan lokakarya tematik bertema Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved