Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Staycation adalah sebuah konsep liburan yang belakangan populer di kalangan remaja. Staycation merupakan gabungan dari dua kata, stay yang artinya tinggal atau menetap dan vacation yang berarti berlibur.
Staycation adalah liburan dengan destinasi dalam negeri dan melakukan aktivitas yang dekat dengan rumah. Aktivitas yang biasanya dilakukan adalah mengunjungi museum, taman umum atau taman bermain.
Namun, dengan berkembangnya media sosial, dan internet, staycation mulai mengalami perubahan makna.
Kini staycation diartikan menikmati liburan dengan menghabiskan waktu dan menginap di hotel. Biasanya hotel yang menjadi tujuan staycation adalah hotel berbintang dengan fasilitas yang lain dibanding hotel lain.
Bahkan, baru-baru ini sudah terlihat beberapa hotel menawarkan paket staycation dengan harga dan penawaran yang terbilang cukup menarik.
Di musim lebaran apalagi libur panjang, banyak pekerja muda memilih untuk staycation daripada pulang kampung atau mudik demi menghindari kemacetan.
Umar Imanuddin seorang traveler yang aktif sejak 2016 membagikan tips staycation di musim libur panjang. Pria kelahiran, Kudus, Jawa Tengah pada 23 Juni 1989 itu menyarankan agar staycation direncanakan dengan matang. Menurutnya saat liburan adalah saat Black Date, yang artinya tingkat ketersediaan hotel dan transportasi serba terbatas.
Berikut tips staycation di musim liburan agar lebih hemat dan berkesan.
1. Rencanakan minimal tiga bulan
Saat musim liburan di hari raya dengan long weekend bisa direncanakan jauh hari minimal tiga bulan sebelum keberangkatan untuk mempersiapkan penginapan dengan harga terjangkau, transportasi yang digunakan, tiket tujuan wisata dan tujuan wisata di daerah.
2. Atur tujuan dan pengeluaran
Liburan adalah hal simple yang bisa dilakukan agar dapat menyenangkan hati dan pikiran (refresh). Biar liburan tidak bikin stres adalah budgeting terlebih dahulu untuk menentukan lokasi mana yang cocok dengan kondisi keuangan kita agar tidak stres di kemudian hari akibat biaya membengkak.
3. Hindari traveling saat high season
Jangan traveling saat high-season, karena kondisi akan ramai dan kurang begitu nyaman saat bepergian kemana-mana. Meski banyak diskon dan promosi, akan banyak keluarga yang memanfaatlan high season sebagai liburan bersama.
4. Cari promosi
Cara kedua tentang promosi, paling praktis adalah dengan mencari tahu lewat Google, mulai dari promosi yang berlangsung hari itu, transport yang akan digunakan. Selain mencari tahu tentang promosi bisa survei langsung melalui Youtube tentang cara masuk atau tiket akomodasi apabila ada.
5. Survei lokasi secara daring
Simplifikasi lokasi, mulailah dari GoogleMap untuk menentukan lokasi lokasi yang akan kita visit di suatu daerah, usahakan tempat yang berurutan agar menghemat energi dan waktu tempuh.
6. Manajemen waktu agar liburan tidak ngoyo
Usahakan apabila list lokasi tadi terlalu banyak sedangkan waktu libur rata-rata di Indonesia hanya kisaran 2-3 hari saja untuk officer, bisa dengan menyingkat waktu visit ke satu lokasi, gunakan alarm untuk pengingat mungkin maksimal waktu visit 1-2 jam dengan memperkirakan jarak tempuh masing-masing.
7. Siapkan uang tunai
Kesediaan uang tunai untuk hal-hal tak terduga seperti lonjakan harga mendadak, biaya parkir, makan dan lain sebagainya.
Umar Imanuddin menambahkan, kegemarannya traveling membuat dirinya belajar banyak hal. Dari sekian banyak daerah yang dijelajahi, Bali menjadi tempat favorit lantaran kebudayaan dan kenyamanannya.
"Traveling adalah hal simple dan praktis untuk menyenangkan hati dan pikiran dengan membuka wawasan ke tempat yang baru, belajar budaya baru," tutup Umar Imanuddin. (B-4)
Musim sakura selalu menjadi salah satu periode perjalanan yang paling ditunggu wisatawan asal Indonesia.
Liburan 2026 tanpa bikin tabungan jebol? Simak tips perencanaan finansial ala HSBC agar traveling tetap nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan
MENINGKATNYA mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, mendorong perubahan pola kebutuhan perlindungan perjalanan.
Nicole Kidman merayakan status barunya dengan petualangan ke Antartika bersama anak-anaknya.
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Keterlibatan orangtua sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri anak saat harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan usai periode liburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved