Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Klinis Prita Yulia Maharani membagikan langkah penanganan yang tepat bagi korban kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
"Langkah pertama adalah mencari bantuan. Bantuannya ke siapa? Bisa mencari komunitas atau ke hotline Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)," kata Prita, dikutip Jumat (14/4).
Prita mengungkapkan korban KBGO dapat meminta pertolongan dengan menghubungi call center di nomor 129 atau via chat ke nomor 08111129129.
Baca juga: Cegah Cyberbullying, 4.000 Siswa SMA Ikuti Gerakan Literasi Digital
Mencari bantuan akan membantu korban untuk bisa menyintas dan mendapatkan ruang aman untuk menyelesaikan permasalahan yang biasanya menimbulkan trauma.
Namun, kata Prita, langkah paling penting agar bantuan bisa bekerja optimal adalah korban harus melakukan penerimaan diri.
"Penerimaan diri ini lebih ke arah memvalidasi diri sendiri. Menerima diri yang masih rapuh dan belum bisa menerima masalah. Kalau sudah tenang baru cerita. Jangan paksa diri kalau belum siap bercerita," ungkap Prita.
Baca juga: Upaya Atasi Perundungan, Program Roots Diikuti Ribuan Siswa
Jika sudah bisa menangani masalah serta trauma, korban KBGO bisa melaporkan kasus yang dialaminya ke pihak berwajib.
Pendiri Yayasan SEJIWA, yang aktif menangani laporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak, Diena Haryana juga membagikan kiat lainnya agar KBGO bisa ditangani dengan tepat.
Diena mengatakan yang harus dilakukan adalah menghindarkan kontak antara korban dan pelaku.
"Langsung blok dan laporkan pelaku di media sosial. Jangan biarkan dia ada di lini media sosial kita. Ketika mendampingi korban, ajak dia mengumpulkan bukti-bukti pelecehan seksual agar bisa kemudian dilaporkan ke pihak berwajib," papar Diena.
Pelaporan ke pihak berwajib bisa dilakukan setelah korban benar-benar tenang dan kuat menghadapi kasusnya.
Menurut Diena, korban KBGO harus mendapatkan pendampingan agar bisa pulih.
"Intinya, korban harus selalu didampingi. Bila perlu ajak dia mengingat dan membangkitkan minat dan hobinya. Hal itu agar dia tidak merasa sendiri dan bisa merasa terdukung untuk kembali menjadi kuat," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Rasa gatal pada ibu hamil biasanya berpusat di area perut dan payudara.
Faktor pertama yang paling berpengaruh adalah perilaku pengemudi di balik kemudi. Gaya berkendara agresif menjadi musuh utama efisiensi baterai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved