Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN dunia digital telah menyasar ke seluruh sisi kehidupan. Namun, pesatnya perkembangan tersebut tidak sepenuhnya diikuti dengan budaya digital yang baik.
Budaya digital atau digital culture merupakan suatu hal yang membentuk cara manusia berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi dalam lingkungan masyarakat yang menggunakan teknologi internet.
Menurut Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin, saat ini tidak sedikit konten yang menjadikan perempuan sebagai obyek. Karena perempuan lebih banyak mensyiar berita-berita tanpa menyaring berita yang tidak akurat, sehingga tersebarlah berita hoaks.
Dia mengatakan, obyektifikasi perempuan terjadi akibat budaya patriarki yang sudah tertanam di tengah masyarakat selama ini, sehingga terbawa ke dalam budaya digital.
Baca juga: Peran Penting Perempuan Wujudkan Kehidupan seksual yang Lebih Sehat
"Perempuan menjadi korban atau obyek budaya digital, karena menjadi target pasar atau konsumen. Hal ini terjadi karena perempuan butuh untuk menjadi cantik, mudah dipengaruhi, dan faktor tidak percaya diri yang diakibatkan oleh budaya patriarki menyebabkan perempuan menjadi makhluk domestik," ungkap dia, dalam webinar Aptika Kemkominfo, Rabu (5/4).
Sehingga, lanjut Nurul, hal tersebut berujung pada potensi eksploitasi perempuan dalam media massa, dengan menggunakan penggambaran perempuan dalam publikasi media untuk meningkatkan perhatian pada media atau produk tertentu.
"Media dikonsumsi oleh jutaan orang di seluruh dunia dan informasi yang disebarkan dapat menghasilkan stereotip dan norma sosial yang membentuk standarisasi terhadap perempuan. Kaum laki-laki harus bisa menghargai perempuan sebagai entitas. Laki-laki menjadi pemicu terbentuknya standarisasi perempuan dengan membandingkan sesosok perempuan dengan perempuan lain," jelasnya.
Baca juga: Ingin Membantu Perempuan Indonesia Mandiri
Terkait hal tersebut ada beberapa dampak yang bisa dialami perempuan dari pengaruh budaya digital yaitu persepsi tubuh ideal. Media telah menciptakan standar kecantikan dan fisik yang tinggi untuk dicapai oleh perempuan, sehingga banyak perempuan yang akan berjuang untuk mendapatkan itu.
Dalam mencapai tujuan untuk menjadi yang ideal, perempuan dapat mengalami ketidakstabilan mental, seperti gaya hidup konsumerisme, tekanan sosial, dan sebagainya. Selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga dapat terganggu.
Nurul mencontohkan, untuk mendapatkan tubuh sempurna, perempuan bisa saja melakukan kelainan pola makan (anoreksia, bulimia). Sementara dampak yang terjadi terhadap laki-laki akibat fenomena ini yaitu laki-laki sejak usia dini terpaksa melihat citra perempuan yang stereotip dan tidak realistis dari media yang mereka konsumsi, seperti sosial media, film, video musik, iklan, dan sebagainya.
"Laki-laki akhirnya menormalisasi citra perempuan yang seperti itu dan melanggengkan patriarki di tengah budaya digital," ujarnya. (Medcom/Z-6)
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved