Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi dalam sepekan ke depan sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan lebat.
"Di awal April 2023, curah hujan tinggi masih akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia," kata Prakirawan BMKG Kania Mustikawati, Sabtu (1/4).
Wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat ialah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarata, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Baca juga : BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Meteorologis di NTT
Selain itu juga Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Bart, Nusa Tenggara Timur. Potensi hujan lebat juga terjadi di Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Kondisi tersebut, kata Kania, dipegaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya yakni dinamika atmosfer skala global. Adanya gelombang atmosfer Rosby Ekuatorial dan Kelvin yang aktiv pada tanggal 1 sampai 6 April menyebabkan pembentukan awan jukan di sejumlah daerah.
Baca juga : Kenaikan Suhu Indonesia Diprediksi Lebih Rendah Dibanding Rata-Rata Global
Selain itu, adanya siklon tropis Herman menyebabkan pertemuan angin yang memanjang dari Sumatra Barat hingga Banten dan Jawa Barat bagian barat yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
"Kondisi cuaca dalam jangka panjang dapat berubah-ubah. Karenanya terus pantau informasi dari laman resmi BMKG," pungkas Kania (Z-4)
Capaian yang diraih pada 2023 itu berwujud sistem penampungan air hujan yang menghasilkan penghematan air sebesar 31% di Lippo Mall Puri dan 35% di Sun Plaza.
PEMERINTAH harus membuat terobosan untuk mendapatkan air bersih secara berkelanjutan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.
Sekolah Ilmu Lingkunan UI ciptakan teknologi pengolah air hujan
Lima konsep restorasi sungai ditawarkan, yakni restorasi hidrologi, restorasi ekologi, morfologi, sosial ekonomi, serta restorasi kelembagaan dan peraturan.
Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (UI) membangun sistem pemanenan air hujan (PAH) di Muara Gembong,
Sedikitnya 75 RT dan 19 ruas jalan terdampak genangan air akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3).
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Pengelola Jakarta Garden City (JGC) mengebut pembenahan infrastruktur dan jalan di tengah kemacetan, cuaca ekstrem, serta sorotan isu lingkungan RDF Rorotan.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved