Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TBC atau tuberkolosis di Indonesia sangat tinggi. Bahkan masih menjadi negara penyumbang terbanyak kedua di dunia setelah India.
Padahal pada 2020, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) Indonesia berada di peringkat ke tiga kasus TBC terbanyak dengan 824.000 kasus.
Untuk memerangi TBC, kita harus mengenali dan memahami apa penyebab dan bagaimana penanganannya. Sosialisasi terus digencarkan berbagai pihak, nyatanya masyarakat belum sepenuhnya memahami TBC.
Baca juga: Jelang Hari Tuberkulosis Sedunia, Yuk Kenali Penyakit ini
Lantas, apa saja penyebab, gejala dan cara pengobatannya? Yuk di simak penjelasan berikut ini.
Sebelum kita membahas tentang penyebab nya, ada baiknya pahami terlebih dahulu pengertian dari TBC.
Baca juga: Pengobatan TBC Butuh Komitmen Kuat dari Pasien
TBC atau tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru atau TBC biasa.
Sedangkan bakteri Mycobacterium tuberculosis juga menyerang organ tubuh selain paru-paru. Ketika bakteri menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang, sendi, kelenjar getah bening, atau selaput otak, kondisi tersebut dinamakan dengan tuberkulosis ekstra paru.
Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit TBC bisa berakibat fatal. Pengobatan penyakit ini biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk melawan infeksi dan mencegah risiko terjadinya resistensi antibiotik.
TBC laten terjadi ketika penderitanya memiliki kuman di tubuh tetapi sistem imun berhasil mencegahnya supaya tidak menyebar. Penderitanya pun tidak memiliki gejala apapun, dan tidak menular.
Meski demikian, infeksinya masih hidup dan suatu hari nanti bisa menjadi aktif.
Jika kalian berisiko tinggi, dokter akan memberi obat untuk mencegah TB aktif. Beberapa faktor risiko yang memicu TB laten menjadi aktif adalah mengidap HIV, mengalami infeksi dalam 2 tahun terakhir, rontgen dada menunjukan kondisi yang tidak biasa, atau sistem kekebalan tiba-tiba melemah.
Seseorang yang sudah mengalami TBC aktif adalah saat kuman berkembang biak dan membuatnya menimbulkan gejala dan sakit. Bahkan, kalian juga dapat menyebarkan penyakit ini kepada orang lain.
Sebesar 90% kasus aktif pada orang dewasa berasal dari infeksi TB laten. Infeksi TB laten atau aktif juga dapat resisten terhadap obat. Artinya obat tertentu tidak bekerja melawan bakteri.
Selain di sebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, ada sejumlah faktor yang membuat Anda tertular bakteri ini, meliputi:
Kuman penyebab virus tuberkulosis bersifat khusus, karakteristiknya perkembangan lambat dibandingkan penyakit lain.
Pada jenis TB laten sebagian besar tidak mengalami gejala. Berbeda dengan TB aktif yang biasanya menyebabkan banyak gejala. Biasanya gejala berhubungan dengan sistem pernapasan yang dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya, tergantung di mana bakteri TBC tumbuh.
TBC diobati berdasarkan jenisnya, laten atau aktif. Jika mengidap TBC laten namun berisiko berkembang menjadi aktif, dokter akan meresepkan obat-obatan TBC. Sedangkan untuk TBC aktif, pengidapnya perlu meminum antibiotik setidaknya selama enam hingga sembilan bulan.
Kedua tahapan di atas jika ditotal berlangsung minimal 6 bulan, bisa juga lebih, bahkan sampai 12 bulan. Namun, lamanya pengobatan ini tergantung pada berat ringannya penyakit TBC yang diderita pasien dan ditentukan tenaga kesehatan yang sudah terlatih. Jika diakhir tahap intensif hasil pemeriksaan dahak masih positif, maka tahap pengobatan ini akan ditambah 1 bulan. (Z-3)
PENELITI Universitas Airlangga, Suryani Dyah Astuti dan Sari Luthfiyah, melakukan uji coba terhadap ekstrak kulit buah manggis
Ilmuwan Aarhus University menemukan dua asam amino penentu yang membuat tanaman membuka pintu bagi bakteri pengikat nitrogen.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Susu sapi yang baru diperah sangat mudah terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran hewan, atau petugas yang memerah.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
SPPG Kepri menghentikan sementara operasional dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved