Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
ASISTEN Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nia Reviani mengungkap pihaknya saat ini sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan pemerintah untuk membahas bantuan atau santunan kepada keluarga korban Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).
"Kami sudah menyelenggarakan rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait tentang pemberian santunan kepada keluarga korban GGAPA," ucap Nia saat dihubungi, Rabu (1/3).
Baca juga: YLKI Sebut Pemerintah Ingkar Janji Kepada Korban GGAPA
Nia juga menjelaskan, saat ini data keluarga korban GGAPA sudah berhasil didapat dan membahas jumlah nominal yang akan diberikan untuk keluarga korban GGAPA.
"Data korban sudah kami dapatkan dan saat ini sedang dipertimbangkan mekanisme dan jumlah santunan yang akan diberikan sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang ada. Kemenko PMK akan terus mengawal kasus GGAPA ini," ungkapnya.(OL-5)
Kemenko PMK melakukan pendampingan pemerintah daerah dalam penanganan darurat gempabumi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Penguatan AMPD ini selaras dengan Flagship KITATANGGUH yang tengah dikembangkan Kemenko PMK.
Sejak Januari hingga 14 Juni 2025, pelaporan yang masuk di Kementerian PPPA lebih dari 11.800. Kemudian laporan meningkat tajam menjadi sekitar 13 ribu per 7 Juli 2025.
RAN-PK harus menjadi peta jalan konkret untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
Program Perintis Berdaya 2025 diharapkan menjadi katalisator lahirnya pelaku usaha yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Semangat Kebangkitan Nasional sejak berdirinya Budi Utomo pada 1928, kata menko PMK, adalah tentang kesadaran kolektif untuk bangkit melalui pendidikan, persatuan, dan kebudayaan.
Memberi santunan serta memberi makan untuk orang banyak merupakan cerminan kehidupan merajut kebersamaan, mengasah kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Mensos menyebutkan, korban meninggal dunia menerima santunan masing-masing Rp15 juta.
Ketiga wisatawan yang menjadi korban, yakni Abdul Ansori Erare (19), Alloisius Juniar Jati Harjanto (22), dan Andreas Julian Pranata Putra (18).
Dea Ayu Ferina dan Brillianto Adhie berbagi kasih dengan memberikan santunan kepada 80 anak yatim dan puluhan wali yang turut hadir di Lamongan.
Penyaluran sembako dan santunan difokuskan pada masyarakat sekitar pelabuhan dan wilayah operasi perusahaan.
Sonar mendistribusikan 20 paket perlengkapan sekolah yang berisi alat tulis, buku bacaan, dan kebutuhan belajar lainnya dalam acara buka bersama.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved