Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA di masa mendatang membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola perbedaan. Kuncinya adalah kolaborasi, ada proses sharing resources dan sharing expertise. Hal ini sangat mungkin dilakukan kalau punya visi dan pandangan yang terbuka, kuncinya harus mau open minded.
Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., saat memberikan kuliah umum bertema "Kepemimpinan Kolektif Kolegial", Rabu (15/2) di Auditorium UNTIDAR Magelang, Jawa Tengah.
"Mahasiswa saat ini adalah calon pemimpin era Indonesia Emas di tahun 2045. Untuk itulah perlu diberikan bekal terkait ilmu
leadership/kepemimpinan," katanya.
Baca juga: Komnas Haji Sebut Keputusan DPR Melanggengkan Skema Ponzi
Baca juga: Presiden Perintahkan Basarnas Edukasi Publik terkait Penanganan Bencana
Pada kesempatan itu, Prof. Abdul Mu'ti menjelaskan tentang dua model kepemimpinan politik, merujuk pada Archie Brown (2017) dalam The Myth of Strong Leader. Yakni model strong man di mana seorang pemimpin begitu dominan dalam pengambilan kebijakan dan pengambilan keputusan. Serta kepemimpinan kolegial, di mana seorang pemimpin bersikap kooperatif dan bekerja sama dengan yang lain.
"Kalau kita flashback ke belakang, banyak cerita tentang pemimpin negara yang mengalami kegagalan setelah belasan atau puluhan tahun berkuasa karena cenderung bergaya strong man, sebut saja Anwar Sadat, atau Muammar Khadafi. Di awal memerintah berbagai pencapaian diraih, namun setelah belasan atau puluhan tahun, gaya one man show menunjukkan kalau pada akhirnya terjerumus pada jurang kegagalan," ujarnya.
Ia berpendapat, di era sekarang kata kuncinya adalah networking dan kolaborasi. Bukan sentralitas pada orang tertentu, melainkan mengedepankan kemitraan, kolaborasi, dan teamwork. Hal terpenting dalam kepemimpinan Kolektif Kolegial yaitu semuanya tersistem dengan baik. Berbasis sistem bukan sinten, berdasar SOP bukan sopo (siapa).
Baca juga: Menkes: Peluang Investasi di Sektor Kesehatan Perlu Ditingkatkan
"Saya juga perlu menjelaskan dasar filosofis, psikologis, teologis, dan historis dari model kepemimpinan Kolektif Kolegial, yaitu bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Tuhan. Manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, manusia merasa terhormat atau bahagia apabila memiliki atau diberi peran, pengakuan, dan kesempatan, mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan, dan banyaknya pemimpin besar yang gagal," jelasnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi merupakan institusi pendidikan yang terdiri atas para cendekiawan (mahasiswa, dosen, civitas akademika), yang memiliki otoritas keilmuan, kemandirian, kebebasan, rasa percaya diri, keyakinan, sikap egaliter, dan tanggung jawab yang tinggi dalam mewujudkan idealisme. Kepemimpinan Kolektif Kolegial di perguruan tinggi mampu mewujudkan harmoni, kebersamaan, dan situasi yang sehat untuk menjadikan kampus miniatur masyarakat yang maju dan berkeadaban. (H-3)
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
HAKIM Konstitusi Saldi Isra, mempertanyakan dasar pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam sidang lanjutan pengujian UU Minerba.
Musim pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 semakin dekat.
Transformasi itu bergerak jauh lebih cepat daripada siklus kebijakan pendidikan tinggi yang selama ini kita kenal.
KOLABORASI menjadi kunci dalam upaya mempercepat pemulihan usai terjadinya bencana Sumatra. Salah satu yang berperan penting adalah kolaborasi mahasiswa dan perguruan tinggi.
Perkembangan teknologi menghadirkan peluang baru bagi industri, namun juga risiko yang menuntut organisasi untuk lebih adaptif dan inovatif.
KONDISI ekonomi global sepanjang 2025 masih tertekan, dengan proyeksi pertumbuhan dunia hanya 2,8–3,2% berdasarkan laporan International Money Foundation (IMF).
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui inisiatif Bakti BCA Pendidikan menggelar program BCA Berbagi Ilmu (BBI).
Inovasi riset yang dikembangkan Undip di antaranya mesin desalinasi air laut menjadi air siap minum yang saat ini diuji coba bersama BNPB daerah terdampak bencana.
Sikap tegas Presiden Prabowo yang menyebutkan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel selama Palestina belum merdeka sebagai bangsa dan negara itu sebuah sikap yang benar.
Abdul Mu’ti menekankan Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi bangsa maju pada 2045.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved