Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PAMEO mulutmu adalah harimau mu berlaku juga bagi kesehatan tubuh anda. Ini yang disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Dr. drg. Irna Sufiawati.,SpPM., bahwa pengetahuan mengenai penyakit mulut sangat penting dipahami, karena dapat memprediksi penyakit infeksius dalam manusia.
Penyakit infeksius merupakan penyakit karena mikroorganisme patogen atau induk racunnya terjadi melalui penularan dari orang, hewan bahkan benda mati yang terinfeksi atau terkontaminasi ke tubuh yang rentan.
Prof. Irna mengatakan, ada tiga penyebab penyakit infeksius dilihat dari segi epidemologi, yaitu agent, host, dan lingkungan yang menghasilkan suatu penyakit. Salah satu proses transmisi dari penyebaaran infeksi ialah melalui droplet yang dapat masuk ke tubuh lewat kulit, mata, dan juga mulut.
“Jadi kalau kita lihat mulut itu kok kayak kecil, penyakitnya apa saja? Paling sariawan. Padahal sebetulnya kalau dilihat dari anatomi mulut itu juga kompleks sekali. Dan lebih dari 100 penyakit bisa terjadi ada di dalam mulut yang kecil ini,” kata Prof. Irna seperti dikutip laman Unpad, Jumat (10/2).
Kesehatan mulut sendiri berkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Ketika tubuh sedang sakit, maka akan terlihat juga pada area mulut. Salah satu ciri kelainan mulut adalah sariawan yang mungkin saja manisfestasi dari kelainan sistemik. Karena itu, bila terjadi kelainan dalam kesehatan mulut juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
Penyakit-penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan mulut itu di antaranya penyakit saluran pernafasan, penyakit saluran pencernaan, diabetes, hingga penyakit infeksius.
Lebih lanjut Prof. Irna menjelaskan mengenai riset yang sudah dilakukannya. Pada 2018 Prof. Irna melakukan penelitian mengenai penyebab penyakit mulut di Jawa Barat. Hasilnya 47.46% disebabkan oleh infeksi. Oleh karenn itu, mengenali penyakit mulut terkait dengan penyakit infeksius sangat penting dilakukan.
“Dengan mengenali prenyakit mulut ini, kita dapat mendeteksi dini suatu penyakit, mempredikitsi keparahan penyakit, manifestasi sekunder dari terapi obat, dan pertimbangan tatalaksana dental yang akan diberikan kepada pasien,” tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Menkes Tegaskan Vaksinasi Booster Kedua untuk Masyarakat Gratis
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Laely meraih IPK sempurna 4,0, menyelesaikan studi hanya dalam 2 tahun 2 bulan menjadikannya salah satu lulusan doktor tercepat, dan terbaik dalam sejarah Program Doktor Fikom Unpad.
Rimini International Choral Competition merupakan salah satu kompetisi paduan suara bergengsi di Eropa.
Kemampuan mendengarkan merupakan tantangan terberat yang harus dihadapi seorang pemimpin, terutama dalam proses komunikasi yang efektif.
PAKAR Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah menilai diplomasi Indonesia kini menunjukkan keseimbangan antara kepentingan domestik dan kiprah global.
Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu ke depan perlu secara serius mengatur mekanisme dan batasan koalisi partai politik.
PAKAR kegempaan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Nana Sulaksana, mengatakan Jawa Barat (Jabar) memiliki banyak sesar aktif di berbagai wilayahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved