Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TERAPI sel punca atau stem cell terhadap penyakit autoimun memberikan efektivitas yang poisitf bagi pasien. Penyakit autoimun (ADs) merupakan penyakit yang menyerang tidak hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa muda, dan orang tua.
Autoimun merupakan penyakit genetik dengan berbagai macam yang melibatkan pembuluh darah, jaringan, pankreas, jaringan tiroid, persendian, kulit, otot dan lainnya.
Penyakit autoimun seperti Addison's disease, Ankylosing spondylitis, Antiphospholipid antibody syndrom (APS), Aplastix anemia, Diabetes mellitus type 1, Lupus erythematosus, dan banyak lainnya.
"Penyakit autoimun ini berkaitan dengan genes, immune regulation, dan enviroment (lingkungan) sebagai pencetus yang bikin berpengaruh. Salah satu faktor pencetus pathogenesis penyakit autoimun seperti fast food, obat-obatan, patogen, dan stress ini memicu Th2 yang menginduksi antibodi menyerang organ-organ yang salah dikenali," kata Stem Cell Research and Development Center, Airlangga University Dr. dr.Purwati, Sp.PD., FINASIM. dalam webinar BRIN, Kamis (2/2).
Stem cell yang memiliki homing dan plasticity telah menunjukkan keefektifan yang luar biasa dalam menghentikan respons imun yang merusak dan memulihkan tubuh ke tingkat fungsi normal dengan memberikan perbaikan tingkat sel dari kerusakan, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi peradangan.
Baca juga: Perawatan dengan Sel Punca ? Begini Regulasi dan Tata Caranya
Beberapa penelitian in vitro telah melaporkan bahwa mesenchymal stem cells (MSC) memiliki sifat imunomodulator dan efek imunosupresif pada proliferasi limfosit yang tidak cocok dengan MHC-mismatched lymphocytes, memori dan T-cells yang diaktifkan, B-cells, NK-cells dan dendritic cells.
Purwati memaparkan hasil terapi stem cell terhadap penyakit autoimun yang menunjukkan hasil yang positif seperti kadar hemoglobin meningkat setelah injeksi sel punca. Kemudian peningkatan C3 dan C4 juga terjadi sehingga menunjukkan penurunan dari indikasi penyakit.
"Stem Cell pada pasien autoimun punya pernan dalam meregulasi autoimun disease mulai dari Hemoglobin (Hb), Leukocytes, dan hsCRP," ujarnya.
"Selama ini menggunakan terapi stem cell untuk penyakit autoimun dalam analisis cuku lumayan bagus bisa 70-75 persen ke atas, dari situ evaluasinya dari obat yang sebelumnya dipakai, kondisi klinis, kondisi Laboratorium, terjadi perbaikan lab, terjadi pengurangan obat, bahkan ada yang beberapa stop obat juga," tambahnya. (Iam/OL-09)
Peneliti HKUMed temukan protein Piezo1 yang bertindak sebagai sensor olahraga pada tulang. Inovasi obat baru untuk cegah osteoporosis tanpa gerak fisik.
Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam jurnal Cell, para peneliti mendokumentasikan bahwa respons seluruh tubuh pada salamander axolotl ini dipicu oleh sistem saraf simpatik
WORLD Stem Cell Summit 2025 atau KTT Sel Punca Global berlangsung di Amsterdam, Belanda.
Penelitian Universitas Tokyo menemukan sel punca penyebab uban juga dapat berubah menjadi kanker kulit, tergantung pada jenis stres DNA yang dialaminya.
Perlu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi terapi sel punca dalam membantu pengelolaan berbagai penyakit, semisal kanker, diabetes,
Studi ini dilakukan menggunakan tikus jantan yang sengaja dibuat infertil melalui kondisi malnutrisi, sehingga testis mereka mengalami kerusakan dan tidak lagi mampu memproduksi sperma.
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved