Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2022, yakni 125.888 kasus. Angka itu naik dari yang sebelumnya 73.518 kasus pada 2021.
Selain itu, kasus kematian akibat DBD juga meningkat pada 2022 menjadi 1.082 kematian, dari yang sebelumnya 705 kematian pada 2021. "Peningkatan aktivitas membuat gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tidak optimal," ujar Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Jumat (13/1).
Pada 2021, kasus DBD tertinggi berasal dari wilayah Kota Bandung, Kota Depok, Bogor, Kota Bekasi, dan Bandung. Sementara pada 2022, kasus tertinggi berasal dari Bandung, Kota Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Medan.
Baca juga: Kasus DBD Mulai Muncul, Warga Kota Kupang Diminta Waspada
Untuk mencegah peningkatan kasus DBD pada 2023, Kemenkes akan lebih menggencarkan upaya pencegahan di berbagai wilayah. "Masyarakat juga diimbau melakukan pengendalian sendiri dengan PSN 3M plus melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik. Serta, menanam pohon pengusir nyamuk, gunakan lotion antinyamuk dan memelihara ikan pemakan jentik," pungkasnya.
Sejak akhir 2021, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada yang didukung oleh World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta dan Yayasan Tahija menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dalam penerapan metode penanganan penyebaran virus dengue dengan bakteri alami yang disebut Wolbachia.
Baca juga: Vaksinasi dan 3M Plus Merupakan Kombinasi Unggul Cegah DBD
Program ini bernama Wolbachia wis Masuk Bantul (WoW Mantul). Sebanyak 22.154 ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia telah dititipkan di rumah Orang Tua Asuh pada bulan Mei dan hingga akhir Desember persentase nyamuk ber-Wolbachia di Bantul telah stabil tinggi di 76,8%.
“Program WoW Mantul diimplementasikan di 11 kapanewon, 38 kalurahan, dan 519 padukuhan, serta bekerja sama dengan 18 puskesmas dan sekitar 3.200 kader kesehatan,” terang Diagnostic Team Leader WMP Yogyakarta Eggi Arguni.(OL-11)
Hari Cuci Tangan dengan Sabun Sedunia diperingati setiap 15 Oktober untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun guna mencegah penyakit menular.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan tingkat kesembuhan hingga 90%.
Komunisme, menurut Karl Marx, adalah sistem yang menghapus kelas sosial dengan mengendalikan seluruh kekayaan dan properti oleh negara.
Kulit jeruk dan pamelo kering dapat digunakan untuk membuat pengasapan atau yang di Bali dikenal dengan istilah nusdus. Pengasapan ini efektif dalam mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar.
Para ilmuwan mengembangkan metode baru untuk identifikasi dini dan pencegahan penyakit jantung, berdasarkan penelitian yang memantau ribuan perempuan selama tiga dekade.
Secara umum, di dunia setidaknya ada dua jenis vaksin mpox.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved