Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KUCING merupakan jenis hewan peliharaan yang digemari. Selain karena penampilannya yang lucu dan menggemaskan, kucing juga cukup setia dan tidak terlalu rumit untuk dipelihara.
Meski begitu, beberapa kucing juga kerap menimbulkan masalah. Salah satu masalah paling umum pada kucing adalah aktivitas buang air kecil yang kadang sembarangan.
Baca juga: Seperti Manusia, Binatang Piaraan Butuh Vaksinasi
Kucing yang terlatih akan mengerti dan tahu kapan dan dimana buang air kecil. Namun, beberapa kucing mengalami masalah karena buang air kecil sembarangan. Maka, apabila kucing secara tidak sengaja buang air kecil di dalam rumah dan mengenai perabotan atau barang barang, berikut adalah cara untuk menghilangkan baunya.
1. Gunakan Soda Kue dan Cuka
Campuran soda kue dan cuka dapat membantu menghilangkan bau urine kucing secara alami. Hal itu disebabkan asam pada campuran itu bisa menetralisir bau dan noda pada urine kucing. Anda hanya perlu mencampurkan kedua bahan tersebut, lalu menyemprotkannya pada area yang terkena urine kucing.
2. Dengan Kain atau Tisu Basah
Ternyata, menggunakan cara sederhana dengan mengusapnya dengan kain atau tisu menggunakan air dingin, juga dapat menghilangkan noda dan bau urine pada kucing yang menempel pada permukaan barang atau perabotan.
3. Menggunakan Produk Pembersih
Dengan menggunakan produk pembersih berbasis enzim, dapat membantu untuk menghilangkan noda dan bau pada urine kucing. Enzim dapat memecah asam pada urine kucing dan menyingkirkan aroma yang mengganggu.
4. Menghindari Produk Pembersih dari Amonia
Pada saat menggunakan produk pembersih pada rumah, hindari menggunakan produk yang mengandung bahan amonia. Hal ini disebabkan oleh amonia yang dapat memperparah bau dan noda urine kucing. Sebab, urine kucing yang juga memiliki komponen amonia. (OL-1)
Berbeda dari klinik hewan pada umumnya, rumah sakit hewan kini menawarkan layanan yang semakin lengkap.
Purina Pro Plan mengajak pemilik hewan untuk memahami pentingnya nutrisi yang lengkap dan berbasis sains melalui kampanye 'Sehat, Kuat, Terlindungi'.
PURINA® FELIX telah hadir di tengah masyarakat sejak 1970, menawarkan beragam varian rasa seperti ayam, tuna, dan salmon.
Berdasarkan data Statista Market Insight, nilai pasar produk hewan peliharaan di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari US$1 miliar pada 2025, dengan laju pertumbuhan tahunan di atas 8%.
Traveling kini makin nyaman dengan perlindungan lengkap dari keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, hingga rasa aman di perjalanan.
Penelitian terbaru mengungkap hormon oksitosin atau love hormone menjadi rahasia kedekatan manusia dan kucing.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Peneliti UC Davis menemukan virus corona pada kucing (FIP) mampu menginfeksi berbagai sel imun dan "bersembunyi". Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi fenomena Long covid pada manusia.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan kucing lebih vokal saat menyapa pemilik pria dibanding perempuan. Apakah ini bentuk manipulasi atau sekadar adaptasi sosial?
Studi terbaru mengungkap dua peristiwa pendinginan global mengubah bentuk tubuh hewan karnivora dari musang menjadi kucing dan beruang. Simak faktanya!
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved