Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLUENZA dan batuk pilek selesma atau common cold merupakan penyakit yang berbeda meskipun sama-sama disebabkan oleh virus. Influenza penyakit yang disebabkan virus influenza, seperti selesma tetapi lebih berat.
Itu dikatakan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) di Jakarta, Kamis (24/11). Bagi orang-orang yang punya kekebalan tubuh rendah atau punya komorbid, influenza bahkan bisa mematikan.
Gejala influenza biasanya terdiri dari ngilu dan demam mirip dengan selesma. Selesma adalah batuk dan pilek yang disebabkan perubahan cuaca. "Biasanya ringan, meler saja," ujar dia.
Influenza bisa menyerang orang-orang dari rentang usia berbeda, mulai dari anak-anak hingga lansia. Namun, virus ini rentan menyerang usia balita dan lansia. Serupa dengan influenza, selesma bisa dialami semua orang.
Untuk melindungi diri dari influenza, ada vaksinasi influenza yang bisa diberikan kepada bayi sejak berusia 6 bulan. Selain vaksinasi, penting juga untuk mengimbanginya dengan gaya hidup sehat agar tubuh punya daya tahan yang kuat.
Tubuh yang sehat bisa menangkal serangan dari virus sehingga individu tidak terjangkit penyakit meski terpapar virus. "Kalau kita sehat, rajin olahraga, tubuh akan sehat dan imunitas pun kuat," katanya.
Dia mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, rutin olahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bersih, sampai menghindari narkoba dan zat adiktif lain. Penting juga menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. (Ant/OL-14)
SELESMA atau kondisi yang kerap disebut sebagai pilek oleh orang awam merupakan kondisi yang umumnya tidak membahayakan, tetapi pada kasus tertentu bisa sebabkan pneumonia.
Biasanya pilek alergi terjadi lebih dari satu minggu atau bahkan berbulan-bulan sedangkan untuk selesma biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat, 7-10 hari.
Suhu dingin dari minuman yang dikonsumsi anak dapat mengganggu gerakan rambut-rambut getar itu sehingga lendir pada saluran pernafasan menjadi lebih banyak.
Penanganan untuk gejala batuk pilek biasa atau selesma yang terjadi pada anak-anak tidak langsung diberikan obat cukup dengan mengoleskan krim oles atau balsam di dada anak.
Saat mengalami selesma, umumnya gejala yang muncul, yakni hidung tersumbat, sering bersin, dan kadang disertai nyeri menelan serta demam.
"Sebetulnya, penyakit seperti batuk, pilek, selesma, dan influenza ringan bisa diobati dengan jamu tanpa obat konvensional."
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
Di luar obat-obatan medis, ramuan herbal telah terbukti dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Kondisi ini memicu merebaknya kasus batuk serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Batuk pilek yang berulang selain mengganggu perkembangan anak, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan lain jika tidak ditangani dengan baik.
Batuk juga bisa menandakan adanya penyakit atau kondisi kesehatan yang parah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved