Kamis 24 November 2022, 16:19 WIB

Sombong itu Dosa Besar kecuali Dua Kondisi Dinilai Sedekah

Meilani Teniwut | Humaniora
Sombong itu Dosa Besar kecuali Dua Kondisi Dinilai Sedekah

Antara/Adeng Bustomi.
Sejumlah santri mengikuti kajian kitab kuning di Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (13/4/2022).

 

SOMBONG sejatinya tergolong akhlak tercela yang tidak boleh dimiliki seorang makhluk. Ini karena yang berhak menyombongkan diri hanyalah Allah ta'ala semata selaku Tuhan semua makhluk.

Sombong merupakan hal prerogratif/hak khusus milik Allah. Namun, katanya, ada sombong yang diperbolehkan. Sombong yang bagaimanakah yang diperbolehkan? Berikut penjelasan rincinya sebagaimana dilansir @limofficial_lirboyo di Instagram.

Sombong kepada orang sombong

Betapa pun sombong dilarang, tetap saja ada beberapa manusia yang tetap berlagak pongah dengan yang mereka miliki seperti harta dan jabatan. Padahal pepatah mengatakan, "Di atas langit masih ada langit."

Baca juga: Memahami Asmaul Husna Allah Al-Hakim yang Memiliki Hikmah

Lantas jika ternyata kita berada pada posisi 'lebih tinggi' dari si sombong, tindakan apa yang sebaiknya diambil? Haruskah kita terus menerus diam membisu menyaksikan kerlap-kerlip kesombongannya diumbar begitu saja? Atau, bolehkah kita membalas kesombongannya dengan berbuat sombong supaya ia jera?

Tentu saja boleh asalkan dengan kesombongan yang kita saksikan itu tidak lantas menjadi sifat baru yang tertancap dalam diri kita. Jadi, sikap sombong kita sejatinya hanya settingan belaka. 

Dua sombong termasuk sedekah

Dalam beberapa kitab bahkan dijelaskan bahwa menyombongi orang yang sombong termasuk sedekah, seperti menyombongi orang yang fasik. 

إن التكبر على المتكبر صدقة" كالتكبر على الفاسق
بريقة محمودية للشيخ أبي سعيد الخادمي ج 3

"Sesungguhnya sombong kepada orang yang sombong adalah sedekah seperti sombong kepada orang fasik." 

Baca juga: Rahasia Belajar yang Benar Diungkap KH Hasyim Asyari

Jadi, bisa disimpulkan bahwa sombong setidaknya boleh dipraktikkan dalam dua hal, yaitu sombong ketika ada orang sombong dan sombong  ketika ada orang fasik.

Tidak perlu sering sombong

Namun itu bukan berarti tidak melulu kita harus menyombongi orang-orang yang sombong. Kita bisa kok memakai cara lain yang lebih adem, seperti menasihati dengan cara baik-baik.

Baca juga: Ghibah itu Dosa kecuali Enam Hal yang Diperbolehkan 

Pertanyaannya, perlukah kita menyombongkan diri dalam dua kasus itu? Meskipun diperbolehkan kayaknya enggak perlu sering-sering ya. Boleh dikerjakan bukan berarti harus dikerjakan tetapi bisa juga boleh untuk tidak dikerjakan. (OL-14)

Baca Juga

dok.ist

Percepat Kebangkitan Warga Desa, Perlu Sinergi Pendampingan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 20:30 WIB
KEGIATAN pembangunan dan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk tingkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, serta pemanfaatan...
MI/Susanto.

Enam Posisi Tidur untuk Meredakan Nyeri Haid

👤Meilani Teniwut 🕔Selasa 06 Desember 2022, 20:28 WIB
Nah, berikut posisi tidur yang nyaman bagi mereka untuk meredakan nyeri...
Ist

Kurangi Stres dan Rasakan Relaksasi dengan Kursi Pijat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 20:11 WIB
Kondisi ini dapat memicu terjadinya berbagai penyakit, seperti sakit kepala, gangguan kecemasan, hingga depresi. Oleh karena itu, penting...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya