Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Kristen Krida Wacana (Ukrida) menggelar wisuda bagi 324 orang wisudawan, terdiri dari 28 orang wisudawan program Diploma Keperawatan, 237 orang wisudawan program Sarjana dan 59 orang wisudawan program Magister Manajemen di Jakarta, Jumat (18/11).
Wisuda Ukrida kali ini merupakan wisuda ke-2 program Diploma, ke-62 program Sarjana, dan ke-36 program Magister. Wisuda secara langsung ini menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Rektor Ukrida Wani Devita Gunardi mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan beserta keluarga. Rektor mengatakan, wisuda adalah momentum yang ditunggu-tunggu, yaitu melepas status sebagai mahasiswa dan menggantikannya dengan status sebagai lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Wani menambahkan, belum berlalunya pandemi Covid-19 menjadikan perkuliahan masih belum sepenuhnya dilakukan secara tatap muka. Tetapi karena fasilitas Learning Management System (LMS) melalui Ukrida Virtual Class (UVC) yang dimiliki Ukrida dan teknologi yang tersedia, memungkinkan proses perkuliahan terlaksana dengan baik.
“Kualitas pembelajaran di Ukrida tetap terjaga dan terkelola dengan baik secara synchronous maupun asynchronous, sehingga mahasiswa dapat berinteraksi secara aktif dengan dosen walaupun secara virtual,” kata Wani.
Wani mengungkapkan, masa studi rata-rata yang ditempuh mahasiswa kurang dari empat tahun untuk program sarjana, menunjukkan kualitas pendidikan Ukrida tetap terjaga walaupun pembelajaran dilakukan secara online.
Terdapat tiga hal penting yang diingatkan oleh Wani untuk mengantisipasi tantangan dunia kerja. Pertama, bersahabat dengan perubahan, khususnya teknologi yang dapat disinergikan dengan profesi dan memanfaatkan big data. Kedua, fokus menjalani profesi dan berdayakan teknologi. Ketiga, berkolaborasi tidak hanya dengan sesama profesi.
Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen Krida Wacana Mingke Manovia mengatakan, Ukrida terus mengalami transformasi, baik secara fisik maupun peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Program studi di setiap fakultas terus disempurnakan, dan jalinan kerjasama Ukrida dengan lembaga-lembaga di dalam dan luar negeri terus ditingkatkan.
Baca juga : Produk Rumah Pintar Rancangan SMKN 1 Kota Cirebon Dapat Mengatur Rumah Dari Jauh
“Ukrida telah mentransformasikan kehidupan mereka dengan ilmu dan iman. Proses transformasi ini sangatlah panjang dan dunia pun akan selalu mengalami perubahan secara dinamis. Selain itu, proses belajar tidak akan pernah berhenti sampai akhir hayat. Karena itu, para lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan Ukrida, dituntut untuk terus belajar bahkan menciptakan peluang kerja melalui inovasi,” ujar Mingke.
Kepala LLDIKTI Wilayah III Paristiyanti Nurwardani mengatakan, dalam membentuk SDM yang unggul, dia mewanti-wanti agar para wisudawan terus mengembangkan softskill dan hardskill, serta perbanyak literasi teknologi di era digital ini.
Paris lantas mengutip perkataan Malcolm X bahwa Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today.
“Artinya, pendidikan adalah paspor untuk masa depan. Karena hari esok adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini. Teruslah semangat belajar, lengkapi kompetensimu dan gali potensi dengan berguru pada orang-orang hebat di sekelilingmu,” pesan Paris.
Paristiyanti menambahkab, serangkaian prestasi yang sangat membanggakan telah ditorehkan Ukrida yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Dia mecontohkan sejumlah prestasi Ukrida, diantaranya tiga orang guru besar Ukrida masuk dalam Top 5.000 Best Scientist in Indonesia, 28 orang mahasiswa Ukrida diterima dan mendapat kesempatan belajar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri dalam program beasiswa Merdeka Belajar Untuk Semua (MBUS), melalui Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute).
Selain itu, Ukrida dalam waktu sekitar dua bulan telah melayani lebih dari 4.000 orang mahasiswa program MBKM dari 64 perguruan tinggi di DKI Jakarta dan Sumatera Utara. Dalam hal Creative Thinking dan Critical Thinking, Paris juga menilai Ukrida berada di atas rata-rata diantara perguruan tinggi swasta.
Sementara itu, Timotius Siahitaher, yang mewakili wisudawan juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan Ukrida, yang telah memberi kesempatan untuk menimba ilmu, berdiskusi, meningkatkan kompetensi diri, dan membangun karakter.
Dalam Wisuda Ukrida kali ini tercatat 10 orang wisudawan dengan prestasi akademik luar biasa, yaitu Miki Effendi dan Josephine Justina dari Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (IPK 4,00), Jennifer Theodora Agatha dari Prodi Teknik Elektro (IPK 3,98), Felicia Devita Salim dari Prodi Teknik Sipil (IPK 3,94), Vannencia Magdalena dari Prodi Teknik Industri (IPK 3,86), Lukas Cuvianto dari Prodi Informatika (IPK 3,81), Melisita Antonius dari Prodi Manajemen (IPK 3,88), Timotius Siahitaher dari Prodi Sastra Inggris (IPK 3,92), Luigi Collins Aribowo dari Prodi Kedokteran (IPK 3,87), dan Agatha Tunjung Dwivania dari Prodi Keperawatan (IPK 3,79).
Ukrida juga memberikan penghargaan pengembangan softskills kepada lima orang wisudawan dengan jumlah poin softskills tertinggi, yaitu Shindie Dona Kezia Lethulur (Prodi Kedokteran), Tirza Morene Unggu (Prodi Sistem Informasi), Michelle Joshalyn Natasha (Prodi Kedokteran), Hermina Remina (Prodi Psikologi), dan Vannencia Magdalene (Prodi Teknik Industri). (RO/OL-7)
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
Hal tersebut bisa dilakukan melalui program Edutrip untuk mempelajari sistem pendidikan, budaya akademik, dan strategi pengembangan program pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.
WARGA binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung, menerima bantuan akses pendidikan tinggi berupa beasiswa perguruan tinggi.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa ekosistem akademik yang kolaboratif mampu melahirkan capaian kelas dunia.
PENGUATAN link and match antara pendidikan dan kebutuhan industri dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan kualitas pertumbuhan tenaga kerja.
Jika SPPG yang sudah beroperasi sudah mencapai 21.000 SPPG, maka, 987.000 orang tenaga kerja telah terserap secara langsung di daput-dapur MBG.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pendatang baru pasca Idul Fitri 1447 H mempersiapkan diri dan memiliki skill, seiring ekonomi Jakarta yang tumbuh positif.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Sinergi ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta berkualitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved