Jumat 18 November 2022, 21:28 WIB

Sepanjang 2022, Kemendikbudristek Fasilitasi 1.204 SMK PK

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Sepanjang 2022, Kemendikbudristek Fasilitasi 1.204 SMK PK

Ist
Dirjen Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati

 

DIREKTUR Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kiki Yuliati mengutarakan, tahun 2022, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah memfasilitasi 1.204 SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 831 SMK PK memperoleh bantuan dari pemerintah melalui skema matching fund, dan sisanya (373) mendapat hibah dari industri atau melalui skema pemadanan.

"Tahun pertama ini, ketika kami menunjukkan SMK PK, ada 349 dunia usaha dan dunia industri (DUDI) telah bersinergi dengan satuan pendidikan di daerah dengan investasi sebesar Rp439 miliar," ungkap Kiki melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (18/11).

Dia mengungkapkan itu pada webinar tentang Implementasi Pelaksanaan Kolaborasi antara Satuan Pendidikan Vokasi dan Industri melalui Program SMK PK dengan Skema Pemadanan dan Matching Fund, Kamis (17/11) kemarin.

Kiki menambahkan, tidak hanya industri-industri besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun turut mengambil bagian dari kolaborasi tersebut.

Kiki menandaskan, pemerintah akan terus berkomitmen mengembangkan ekosistem pendidikan vokasi, salah satunya melalui program SMK PK skema pemadanan dan matching fund. "Ini akan terus kita lakukan guna mengolaborasikan sektor pendidikan dengan industri agar dapat menghasilkan SDM yang unggul, tangguh, dan relevan dengan kebutuhan industri," ujarnya.

Hal ini telah sejalan dengan Instruksi Presiden yang dituangkan dalam Peraturan Presiden tentang Implementasi Pendidikan Vokasi. Pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Untuk itu, Presiden menaruh harapan besar untuk kemajuan pendidikan vokasi," tukasnya.

Pada kesempatan sama, Direktur SMK Wardani Sugiyanto mengatakan, SMK PK berfokus pada pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan DUDI, hingga akhirnya menjadi SMK model dan rujukan bagi SMK lainnya.

"SMK PK ini merupakan bagian dari Merdeka Belajar yang sudah dimulai sejak 2021, bahkan 2020 sudah diawali dengan adanya SMK Center of Excellence (CoE)," kata Wardani.


Baca juga: Asa Ren dan G42 Healthcare Kolaborasi Kembangkan Teknologi Genomic Sequencing


Dikatakan, implementasi SMK PK Skema Pemadanan 2022 berhasil meraih capaian hingga 373 SMK yang mendapat bantuan dari 349 industri. Sembilan di antaranya merupakan konsorsium dengan total komitmen investasi industri terhadap SMK PK Skema Pemadanan sebesar Rp439,25 miliar.

"Capaian tersebut tentunya juga dibarengi dengan adanya penyelarasan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri, meningkatkan praktisi industri maupun kesempatan magang bagi guru untuk meningkatkan kompetensi, hingga peningkatan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran," jelas Wardani.

Bersamaan dengan hal itu, Wardani menyampaikan, untuk tahun depan SMK PK Skema Pemadanan telah dibuka sejak 17 November 2022 hingga 15 Januari 2023 mendatang. Sebelumnya, konsentrasi yang diunggulkan ada enam sektor yang terdiri atas 57 konsentrasi keahlian. Akan tetapi, tahun depan diharapkan yang dapat didampingi industri ada sebanyak 18 sektor dengan berbagai konsentrasi keahlian.

Tidak hanya skema pemadanan, Ditjen Pendidikan Vokasi juga menginisiasi program matching fund melalui Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi guna menjawab kebutuhan industri.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja, mengemukakan program matching fund merupakan bentuk kerja sama antara perguruan tinggi vokasi dan industri dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di industri.

"Program ini menjadi win-win solution. Keuntungan industri salah satunya, yakni produk-produk yang dikerjakan bisa mendapat bantuan dari perguruan tinggi vokasi dan mendapatkan dukungan dana dari pemerintah. Di satu sisi, perguruan tinggi vokasi akan mendapatkan peran dalam industri dan sisi lain, industri dapat mengatasi masalahnya," jelas Beny.

Senada Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Uuf Brajawidagda mengutarakan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan industri penting dibangun untuk bersama-sama melahirkan SDM yang kompeten.

Dari sisi industri, Director of Education PT Tera Data Indonusa Tbk, Galuh Tunjung Sari, menyepakati yang disampaikan Uuf bahwa dunia pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, perlu berkolaborasi dengan industri.

"Kami ingin mendapat kemudahan untuk rekrutmen SDM. Kami dari industri ini pengalamannya lebih susah lagi mencari SDM untuk direkrut. Apa yang kami lakukan beberapa tahun belakangan dengan berkolaborasi bersama pendidikan vokasi ini mentransfer budaya kerja kami dan melakukan sinkronisasi kurikulum dapat menjawab kesulitan tersebut," jelasnya. (OL-16)

 

Baca Juga

MI/FURQON ULYA HIMAWAN

Jaga Kelestarian Anggrek Hutan Merapi, Puluhan Mahasiswa Yogyakarta Lakukan Konservasi

👤Furqon Ulya Himawan 🕔Minggu 04 Desember 2022, 23:20 WIB
Kampanye konservasi anggrek dilakukan dengan cara mengembalikan berbagai jenis anggrek khas Merapi ke dalam...
Ist

KAMPAK Dukung Upaya Hukum Mahasiswa Apoteker Cari Keadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:19 WIB
KFN menyalahi tugasnya dengan membentuk Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) sebagai lembaga yang menentukan...
DOK.MI

Angka Kasus Harian Covid-19 Bertambah Jadi 2.548 Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:00 WIB
Dengan adanya penambahan kasus harian itu maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.680.203...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya