Jumat 18 November 2022, 09:39 WIB

Menteri PPPA Ajak Negara ASEAN Bangun Ketahanan Digital untuk Anak

Dinda Shabrina | Humaniora
Menteri PPPA Ajak Negara ASEAN Bangun Ketahanan Digital untuk Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Bintang Puspa Yoga
ANTARA/RENO ESNIR

 

 

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga resmi membuka Perhelatan 7th ASEAN Children’s Forum (ACF) atau Forum Anak ASEAN ke-7, di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta, pada Rabu (16/11). Menteri PPPA mengajak para delegasi Forum Anak dari negara-negara ASEAN untuk bersama-sama berkontribusi membangun ketahanan digital bagi anak-anak di ASEAN.

Menteri PPPA menuturkan, dengan tema ‘Membangun Ketahanan Digital untuk Anak-Anak ASEAN’, ACF ke-7 bertujuan menjadi platform bagi anak-anak untuk berdiskusi, bertukar ide dan praktik terbaik, membahas dan menghasilkan rekomendasi tentang literasi digital, termasuk dunia maya yang aman, aspek kesehatan mental, dan kesenjangan digital yang ada di seluruh wilayah.

Menteri PPPA mengaku senang menjadi tuan rumah acara ini, terutama karena ini merupakan ACF pertama yang diadakan dalam format hybrid sejak pandemi. Selain rangkaian kegiatan di Jakarta, delegasi ACF juga akan bergabung dengan sekitar 300 anak dari seluruh Indonesia untuk merayakan Hari Anak Sedunia di Kota Manado dan Tomohon, Sulawesi Utara pada 20 November mendatang.

Baca juga: Wapres Ingin H20 Hasilkan Standar Produk Halal yang Sama di Setiap Negara

“Forum Anak ASEAN telah mengumpulkan anak – anak dari seluruh ASEAN. Oleh karena itu, forum ACF berfungsi sebagai platform strategis untuk mengomunikasikan suara anak – anak di Kawasan ASEAN untuk masa depan Kawasan ASEAN. Besar harapan kami agar Forum Anak ASEAN ke-7 ini menjadi batu loncatan bagi anak – anak di Kawasan ASEAN untuk tetap terhubung dan bekerja sama dalam semangat komunitas ASEAN untuk memastikan terpenuhinya hak dan perlindungan khusus anak,” ujar Menteri PPPA, Kamis (17/11).

Menteri PPPA juga berharap agar semua delegasi dapat membangun hubungan yang baik, terlibat dalam dialog yang bermanfaat, mengembangkan rencana yang dapat ditindaklanjuti, dan mendapatkan pengalaman dan wawasan yang berharga satu sama lain. Selain itu, para delegasi diharapkan bisa menjadi advokat bagi anak-anak di negara ASEAN, maupun di dunia, dan mendukung lebih banyak anak untuk berbicara, serta mendorong lebih banyak orang dewasa untuk mendengarkan.

“Tahun depan, Indonesia akan memegang keketuaan ASEAN. Indonesia akan melanjutkan komitmen untuk memastikan terpenuhinya hak setiap anak dan mendengarkan suara anak. Suara kalian, suara anak-anak ASEAN, akan menjadi masukan penting bagi kami. Saya ingin mengajak semua anak di ruangan ini untuk mengingat dan menyebarkan kata-kata ini kepada anak-anak lain : “Kamu berarti, suara kamu penting”. Bersama-sama, mari kita bangun ketahanan digital untuk anak-anak ASEAN demi keamanan dan masa depan kita yang lebih baik. Saya berharap forum ini sukses dan jangan lupa untuk bersosialisasi, bersenang-senang, dan membangun dampak positif,” kata Menteri PPPA.

Sementara itu, Deputy Secretary-General (DSG) of ASEAN for Socio-Cultural Community (ASCC), H.E. Ekkaphab Phanthavong menyampaikan kemajuan teknologi dan ekonomi yang tumbuh dengan pesat, telah membuat dunia lebih terkoneksi. Namun, bukti menunjukkan sekitar 6 dari 10 anak usia 8-12 tahun terpapar berbagai risiko di dunia maya. Meningkatnya risiko potensi bahaya yang dihadapi anak-anak karena penggunaan teknologi yang berlebihan, seperti penyalahgunaan dan eksploitasi, terlihat jelas selama pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, penting untuk mempromosikan ketahanan digital dan literasi digital di kalangan anak-anak dan keluarga mereka. Anak-anak harus dibekali dengan pengetahuan dan informasi yang mereka butuhkan sehingga mereka dapat dengan aman terlibat dan menavigasi dunia digital. Anak-anak juga harus didorong untuk menggunakan suara mereka secara online untuk mendukung orang lain. Selanjutnya, perspektif dari anak – anak harus dapat menyuarakan peningkatan dan inovasi dalam platform digital untuk memastikan kesejahteraan anak – anak secara keseluruhan, dengan prinsip “no one left behind”, tanpa ada satupun yang tertinggal, terlupakan, atau terpinggirkan haknya,” ujar Ekkaphab.

Sejalan dengan hal tersebut, UNICEF Indonesia Representative, Maniza Zaman menegaskan UNICEF akan terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempromosikan ketahanan digital anak – anak melalui inisiatif, seperti pendidikan keterampilan hidup untuk anak dan remaja, pengasuhan digital, dan penguatan layanan untuk mencegah dan menanggapi eksploitasi maupun pelecehan seksual anak secara online.

“Kami mendesak negara-negara anggota ASEAN dan pemangku kepentingan terkait untuk memanfaatkan peluang yang disediakan lingkungan digital bagi anak-anak dan remaja serta melindungi mereka dari ancaman dan risiko berbahaya,” tegas Maniza.

Di hari pertama ACF ke – 7 ini, para delegasi mendapatkan pemaparan dari para pakar dan ahli bidang digital, diantaranya Ketua Umum Cyber Indonesia Security, Ardi Sutedja yang menyampaikan paparannya mengenai Digital Resiliency: Knowing The Risks & What Our Parents Have Tought Us, Founder & Chairman MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho yang menyampaikan tema Digital Literation, dan Founder Sejiwa, Dina Hariyana yang menyampaikan mengenai Digital Resilience & Participation.

Para delegasi juga mengikuti sesi diskusi berdasarkan tema utama “Membangun Ketahanan Digital untuk Anak-anak ASEAN”, yang meliputi 3 (tiga) sub tema dalam acara ini, yakni (1) literasi digital, (2) partisipasi dan ketahanan digital, dan (3) keamanan digital. Nantinya, hasil diskusi forum tersebut akan menghasilkan rekomendasi melalui ASEAN Children Voice dan disusun menjadi dokumen yang akan disepakati pada akhir ACF oleh semua peserta. (H-3)

Baca Juga

Antara

KPI Dukung Pelaksanaan ASO Tahap II

👤Ant 🕔Rabu 30 November 2022, 23:08 WIB
Adapun wilayah-wilayah yang akan melaksanakan ASO tahap II ini antara lain Kota Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan...
Antara

Stigma Negatif Masih Melekat pada ODHIV

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 30 November 2022, 22:51 WIB
Padahal, penularan HIV bisa terjadi dengan berbagai cara. Mulai dari penggunaan jarum suntik yang tidak aman, transfusi tidak aman, hingga...
Ist

Wamenag Soroti Minimnya Riset Tentang Zakat

👤Widhoroso 🕔Rabu 30 November 2022, 20:56 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (30/11) secara virtual membuka The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya