Jumat 11 November 2022, 13:45 WIB

Anda Gemuk? Lakukan Skrining Diabetes

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Anda Gemuk? Lakukan Skrining Diabetes

webmd
Ilustrasi

 

SKRINING diabetes perlu dilakukan oleh orang gemuk yang disertai satu atau lebih faktor risiko untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut. Hal itu dikatakan Sekretaris Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Wismandari.

"Faktor risiko seperti kurang aktivitas fisik dan keturunan diabetes melitus dalam keluarga," kata Wismandari, dikutip Jumat (11/11).

Dia memaparkan faktor risiko yang harus diwaspadai, yakni adanya riwayat melahirkan bayi dengan berat badan di atas 4 kilogram atau riwayat diabetes melitus gestasional, orang dengan hipertensi atau mendapat terapi hipertensi.

Baca juga: Ini Penyebab Penderita Diabetes Sering Merasa Lapar

Faktor risiko lain adalah adanya riwayat prediabetes, obesitas berat, riwayat penyakit kardiovaskular dan perempuan dengan sindrom polikistik ovarium.

Selain orang gemuk, dengan Indeks Massa Tubuh 23 kg/m2, skrining diabetes juga perlu dilakukan oleh orang berusia di atas 45 tahun meski tidak memiliki faktor risiko.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi ke-5 di dunia yaitu sebesar 19,5 juta (10,6%) dan angka itu diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 28,6 juta pada 2045.

Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal.

Gaya hidup di mana aktivitas fisik kurang ditambah diet tinggi lemak dapat mengakibatkan diabetes. Penyakit ini belum bisa disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan.

Permasalahan yang ada saat ini terkait penyakit diabetes adalah sebagian besar (sekitar 3 diantara 4 orang) penderita diabetes tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit diabetes dan kurangnya kesadaran terhadap kontrol berkala. Akibatnya, penyakit kerap ditemukan pada tahap lanjut atau sudah disertai komplikasi.

"Jangan tunggu sampai neuropati atau sakit jantung, harus periksa sebelum itu," katanya.

Orang dengan diabetes memiliki risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, arteri perifer, retinopati diabetik, nefropati diabetik dan neuropati.

Komplikasi diabetes, selain dapat menimbulkan kematian, juga dapat mengurangi kualitas hidup, contohnya gangguan neuropati diabetik yang dapat membuat penderita tidak menyadari bila ada luka pada tubuhnya.

"Oleh karena itu, orang dengan diabetes harus teratur melakukan konsultasi atau kontrol ke dokter, patuh pada rekomendasi penanganan yang diberikan oleh dokter dan melakukan deteksi dini risiko penyakit penyerta," pungkas dia. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Lomba Debat Remaja Bisa Ciptakan Pemimpin Berintegritas

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 09:19 WIB
Kaum muda ini akan menjadi penentu arah pembangunan Indonesia. Kekuatan demografis ini menjadi sangat krusial bila tidak di lakukan...
MI/Ramdani

Komisi X DPR RI Minta Perpusnas Tingkatkan Unsur Literasi Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 08:30 WIB
Ia menyatakan Indeks Literasi Masyarakat yang disusun Perpusnas dapat menjadi landasan kebijakan literasi...
Dok. DPR RI

Anggota DPR Dorong Pabrik Semen Indarung dan PLTA Rasak Bungo Jadi Warisan BUdaya UNESCO

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 08:00 WIB
Menurut Rieke, kedua bangunan tersebut menyimpan banyak memori perjuangan rakyat Minang pada masa penjajahan dan telah berkontribusi besar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya