Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar siaga terhadap berbagai penyakit yang bisa muncul saat peralihan musim seperti saat ini. Suhu yang yang tinggi dengan intensitas hujan yang sering menjadi fase yang baik bagi larva dan memunculkan nyamuk demam berdarah dengue (DBD).
Munculnya nyamuk DB disebabkan karena timbulnya genangan air, maka di masa transisi ada yang terjadi bencana banjir perlu jg diwaspadai penyakit diare, penyakit kulit dan leptospirosis dan hanta dari vektor tikus.
"Kalo DBD imbauannya agar masyarakat lakukan 3M plus seperti menguras dan menyikat tempat penampungan air seperti bak mandi dan drum. Kemudian menutup rapat-rapat tempat penyimpanan air," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman saat dihubungi, Rabu (9/7).
Selanjutnya yakni mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang bisa dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk. Ditambah menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk, menggunakan larvasida, menabur bubuk abate, dan upaya lainnya.
Selain itu, waspada juga terhadap penyakit-penyakit yang ditimbulkan dari vektor tikus seperti leptospirosis. Maka yang harus dihindari ykni genangan air atau banjir jika memungkinkan.
"Cegah atau basmi tikus agar tidak masuk ke rumah dan gunakan alat pelindung diri seperti masker, alas kaki tertutup, sarung tangan saat aktivitas di genangan air," ucapnya.
Dan yang tidak kalah penting yakni selalu menerapkan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat seperti seperti mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah aktivitas serta menjaga kebersihan lingkungan. Segera ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan lain yang terdekat jika ada keluhan gejala penyakit tersebut. (H-4)
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
SEBANYAK 2 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 lalu. Sepanjang 2025 lalu ada 1.169 kasus DBD di Kabupaten Cirebon.
Cuaca panas ekstrem saat ini tentu membuat tubuh mudah berkeringat, lalu kita harus mandi berapa kali sehari?
Cuaca panas ekstrem di Indonesia diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Oktober 2025. BMKG mengungkapkan alasan fenomena ini dan dampaknya terhadap cuaca di berbagai wilayah.
Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ektstrem dengan hujan lebat disertai angin kencang yang bisa terjadi secara lokal atau sporadis jelang peralihan musim.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir Oktober 2024.
Pada musim peralihan atau pancaroba, potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dengan angin kencang terjadi pada sore hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved