Jumat 04 November 2022, 12:36 WIB

Pahami Gejala dan Derajat Keparahan Serta Pencegahan Varian XBB dan XBC

Meilani Teniwut | Humaniora
Pahami Gejala dan Derajat Keparahan Serta Pencegahan Varian XBB dan XBC

Mediaindonesia.com
Ilustrasi.

 

SUBVARIAN Omicron telah ditemukan dan telah dilaporkan di sejumlah negara termasuk Indonesia dan memiliki sejumlah gejala yang ditemukan pada pasien. Berdasarkan data WHO menyebutkan, sejak 17 Oktober 2022, XBB sudah dilaporkan ada di 26 negara, seperti Australia, Bangladesh, Denmark, India, Jepang, dan Amerika Serikat.

Baca juga: Adrinof Chaniago : Kepala Daerah Berprestasi Potensial jadi Calon Pemimpin Nasional

Sementara di Indonesia pada Sabtu (22/10), kasus pertama Omicron XBB terdeteksi dari seorang wanita berumur 29 tahun yang baru kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sampai dengan saat ini pemerintah telah memperketat surveilans untuk kasus COVID-19 di Indonesia. 

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia,dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan dalam menangani COVID-19 memerlukan kerjasama baik pemerintah dan juga masyarakat. 

"Kunci yang harus kita lakukan adalah kolaborasi dari semua pihak ini masih perlu harus kita lakukan. Karena penanganan COVID-19 tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi karena kolaborasi. Oleh karena itu baik pemerintah daerah dan pusat harus didukung oleh organisasi profesi kesehatan dan semuanya untuk ikut terlibat mendukung dalam menjalankan pelayanan kesehatan," ungkapnya, Kamis (11/3). 

Lebih lanjut, Ketua Satgas Covid IDI, Dr. dr. Erlina menambahkan hingga saat ini varian-varian tersebut masih sama dengan omicron. 

"Ada kemungkinan ada gejala berat, gejala dari varian delta mungkin terjadi. Tapi, kita belum tahu. Belum ada bukti ilmiahnya apalagi Indonesia belum ada kasus (XBC). Hingga saat ini, masih dinyatakan mirip dengan Omicron yang lain," kata Erlina.

Gejala varian XBB dan XBC:

- Gejala XBB dan XBC mirip gejala COVID-19 secara umum, seperti demam, batuk, lemas, sesak, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, pilek, mual dan muntah, dan diare.

- Masih belum ada laporan bukti ilmiah resmi, mengingat XBC merupakan kombinasi varian Delta, gejala anosmia dan ageusia yang merupakan gejala khas varian delta mungkin dapat terjadi

- Hingga saat ini, belum ada laporan ilmiah resmi yang menyatakan XBB dan XBC menyebabkan COVID-19 dengan gejala yang lebih berat.

Pencegahan Omicron XBB dan XBC:

- Mutasi dapat terjadi, namun varian baru tetap dapat dihindarkan dengan mengikuti protokol kesehatan :
a. Mendapatkan vaksin sesuai anjuran pemerintah
b. Memakai masker yang tepat (tidak terlalu longgar di wajah)
c. Membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau air dan sabun.
d. Menutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk
e. Isolasi mandiri jika hasil pemeriksaan COVID-19 positif atau bergejala. 

- Vaksin
a. Pengembangan vaksin bivalen dapat dipertimbangkan,,mengingat rekombinasi varian COVID-19 dan XBC merupakan rekombinasi Delta dan Omicron BA.2
b. Pada kondisi tertentu terdapat risiko perburukan klinis (Delta) dan peningkatan transmisi (Omicron BA.2).

Terkait dengan terlaksana kendala layanan vaksinasi Booster yang kurang kepada masyarakat, saat ini IDI telah melakukan pengajuan dan imbuan kepada masyarakat, hal ini disampaikan Ketua Satgas Covid IDI, Dr dr Erlina Burhan, SpP(K)  dalam zoom. 

" Ketersediaan vaksin ini sudah mulai menipis di banyak sentra-sentra vaksinasi tetapi kita tidak tau apakah ini menipis atau ada kesalahan di distribusi dan logistik. Kita tidak tau benang putusnya di mana apakah di bidang kesehatan atau di pemerintah daerah karena yang menyediakan ini kan Kementrian Kesehatan. Dalam hal ini PB IDI selalu mengimbau kepada pemerintah agar mengupayakan peningkatan cakupan vaksin booster," katanya. 

Sementara itu, dt. Erlina menjelaskan pengembangan vaksin bivalen dapat dipertimbangkan, mengingat rekombinasi varian COVID-19 dan XBC merupakan rekombinasi Delta dan Omicron BA.2.

"Pada kondisi tertentu terdapat risiko perburukkan klinis (Delta) dan peningkatan transmisi (Omicron BA.2)," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/FURQON ULYA HIMAWAN

Jaga Kelestarian Anggrek Hutan Merapi, Puluhan Mahasiswa Yogyakarta Lakukan Konservasi

👤Furqon Ulya Himawan 🕔Minggu 04 Desember 2022, 23:20 WIB
Kampanye konservasi anggrek dilakukan dengan cara mengembalikan berbagai jenis anggrek khas Merapi ke dalam...
HO

Menumbuhkan Kepedulian Melalui Festival Warga Bantu Warga

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 04 Desember 2022, 23:05 WIB
KEPEDULIAN dan solidaritas antarsesama sangat diperlukan diperlukan di saat banyak orang tertimpa musibah, bencana dan kondisi yang kurang...
Ist

KAMPAK Dukung Upaya Hukum Mahasiswa Apoteker Cari Keadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:19 WIB
KFN menyalahi tugasnya dengan membentuk Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) sebagai lembaga yang menentukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya