Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAI dengan akhir tahun 2022, sejumlah daerah di Indonesia masih terdampak banjir rob. Mulai dari wilayah pesisir barat Sumatera, pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara masih berpotensi terjadi banjir rob. Hal ini disebabkan adanya fenomena bulan baru yang terjadi bersamaan dengan kondisi perigee.
"Banjir rob masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia karena adanya fenomena bulan baru. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan kondisi perigee," ujar prakirawan cuaca Yuli Kartiningsih kepada Media Indonesia, Kamis (3/11).
Dijelaskannya, perigee merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan jarak terdekat Bulan dengan Bumi. Lintasan orbit Bulan pada Bumi tidaklah bulat, namun berbentuk elips. Oleh karena itu, pada siklus perputarannya, ada saat bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi. Kondisi inilah yang disebut dengan perigee.
"Dampaknya meningkatkan pasang maksimum, menyebabkan potensi banjir rob utamanya daerah pantai dengan elevasi rendah. Selain itu adanya gelombang tinggi mencapai 2.5 - 4 meter di beberapa wilayah Indonesia juga akan memperluas dan meningkatkan kejadian banjir rob," terangnya.
Yuli menambahkan bahwa masyarakat perlu tetap waspada. Potensi gelombang tinggi juga masih terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Semua informasi terkait cuaca dari badan pemerintah seperti BMKG harus selalu menjadi acuan.
"Masih adanya potensi gelombang tinggi dan kecepatan angin 10 – 20 knot di pesisir barat Sumatra, pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. Masyarakat dihimbau untuk menyiapkan upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir tersebut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Satu Desa Lagi di Demak Terancam Hilang dari Peta Akibat Rob
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Syaeful Hadi menyebutkan banjir rob disebabkan fenomena Parigee atau jarak terdekat bulan ke bumi dan fenomena bulan purnama (super full moon).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved