Kamis 03 November 2022, 08:30 WIB

Masyarakat Diingatkan Waspadai Penyakit di Musim Pancaroba

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Masyarakat Diingatkan Waspadai Penyakit di Musim Pancaroba

Freepik
Ilustrasi

 

DOKTER Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Yhuda Permana mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit pada musim pancaroba yang sering menyebabkan munculnya penyakit tertentu seperti flu musiman (common cold), demam berdarah, penyakit tifus, dan diare.

"Penyakit pada peralihan dari musim kemarau ke hujan memang banyak terjadi saat ini," katanya di Praya, dikutip Kamis (3/11).

Ia mengatakan, teori munculnya penyakit yang meluas karena pancaroba ini benar adanya, tetapi yang menjadi perhatian adalah bukan disebabkan karena musimnya, tetapi karena efek yang ditimbulkan akibat perubahan musim tersebut.

Baca juga: Saat Pergantian Musim Tiba, Waspadai Infeksi Saluran Pernapasan

Yhuda, yang merupakan Penanggung Jawab PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) RSUD Praya, juga mengatakan perubahan musim seperti pancaroba itu mengakibatkan perubahan temperatur lingkungan yang naik turun, hal ini mempengaruhi imunitas manusia. Sehingga diharapkan warga harus cepat beradaptasi terhadap perubahan itu.

"Imunitas yang tidak baik, tentu akan menyebabkan penyakit mudah masuk. Selain itu, naik turunnya suhu, apalagi sering lembab dan basah, membuat banyak virus bakteri dan jamur tumbuh dengan subur," katanya.

Penyebab lainnya adalah vektor penyakit seperti nyamuk atau lalat menjadi berkembang biak semakin banyak, sehingga memungkinkan membawa mikroorganisme penyebab penyakit yang mudah ditularkan ke tubuh manusia. Sehingga warga diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dari sampah maupun genangan air.

"Warga kita harapkan tetap menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Menurut dia, penyakit yang meluas saat ini bisa jadi benar, tetapi perlu diadakan kajian yang baik, apakah penyakit yang akhir-akhir ini meluas di masyarakat berkaitan dengan peralihan musim ini atau ada penyebab lain seperti berita adanya varian covid-19 yang baru, yang cepat sekali menular, yang dikenal dengan Sub Varian XBB, Karena gejala-gejala yang muncul secara umum mirip.

"Perlu dikaji gejala yang timbul di masyarakat. Protokol kesehatan harus tetap diterapkan untuk mencegah adanya klaster kasus covid-19 baru," pungkasnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Update 9 Desember 2022: Kasus 2.501

👤MGN 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:17 WIB
Sedangkan untuk kasus aktif berkurang 2.246 orang sehingga menjadi 43.316...
DOK/PII

2.000-an Insinyur Indonesia sudah Bisa Berkiprah di Tingkat ASEAN

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:30 WIB
Sertifikat AER bertujuan untuk memberikan standardisasi dasar terkait profesi insinyur dalam menghadapi persaingan...
DOK.MI

Wakil Ketua MPR: Penanaman Nilai Pancasila Kikis Perilaku Koruptif

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:23 WIB
Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember setiap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya