Selasa 01 November 2022, 14:35 WIB

Agama dan Tokoh Agama Miliki Peran Sentral dalam SDGs

mediaindonesia.com | Humaniora
Agama dan Tokoh Agama Miliki Peran Sentral dalam SDGs

dok.kemenag
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin,.

 

PEMERINTAH memastikan agama dan tokoh-tokoh agama memiliki peran sentral dan fundamental dalam pencapaian Sustainable Development Goals/SDGs (Tujuan pembangunan berkelanjutan), yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional dan amanat konstitusi Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, dalam International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) Annual Forum on Religion and Sustainable Development_ 2022 di Badung, Bali.

“Pertama, pemerintah sampaikan bahwa agama terutama tokoh agama berperan sentral dan fundamental dalam mewujudkan SDGs. Kami ambil contoh tentang kemiskinan, reducing poverty dimana agama serta tokoh agama misalnya dalam konteks Islam, ada namanya zakat, wakaf, infak, sadaqah,” kata Kamaruddin Amin, kepada wartawan, Selasa (1/10/2022).

Ada jutaan rakyat, lanjut Kamaruddin, umat Islam di Indonesia bahkan muslim yang mendapat bantuan dari dana zakat, wakaf, infak dan sadaqah itu untuk membantu orang miskin. Bahkan mengubah mereka yg tadinya berhak menerima zakat menjadi wajib mengeluarkan zakat karena transformasi statusnya dari tidak mampu menjadi golongan mampu.

Oleh karena itulah, pemerintah telah banyak sekali men-deliver program terkait dgn pencapaian SDGs yang didalamnya, agama berperan sangat fundamental dalam mewujudkan SDGs, mulai dari gender hingga politik, dimana kontribusi agama sangat signifikan dalam upaya negara mengurangi angka kemiskinan.

Berbagai program pemerintah antara lain memanfaatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kesetaraan gender, penanganan pandemi Covid-19, penurunan stunting, pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan, dimana agama dan tokoh agama terbukti menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan SDGs di Indonesia.

“Juga tentang _gender_ dan _equality_, ini membutuhkan penjelasan dari perspektif agama untuk bisa diterima oleh masyarakat, karena Indonesia adalah negara dengan bangsa yang sangat relijius. Disinilah peran sentral agama dan tokoh agama,” jelas Kamaruddin Amin.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama saat ini memiliki 50.262 Penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyuluh merupakan tokoh agama yang secara rutin menyampaikan bimbingan keagamaan dan kebangsaan kepada masyarakat. 

"Penyuluh agama juga menjadi instrumen dalam menyampaikan berbagai program pemerintah dengan bahasa agama. Mereka merupakan tokoh yang disegani sekaligus dirujuk di komunitasnya," tutur Kamaruddin.

Dalam edisi perdana penampilan Indonesia dalam forum PaRD ini, Kamaruddin mengatakan pemerintah akan bekerjasama dengan tokoh-tokoh agama dari berbagai negara, untuk menambah sekaligus berbagi ilmu serta pengalaman Indonesia dalam mewujudkan tujuan SDGs melalui agama dan tokoh agama.

Seluruh peserta terkesan dengan metode kerja, kinerja hingga capaian SDGs Indonesia dimasa krisis dunia akibat beragam persoalan dunia, seperti pandemi Covid-19, turunnya ekonomi hingga invasi Rusia ke Ukraina, sehingga akan menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia.

“_Sure, sure_, ini 145 peserta dari 50 negara dunia dapat kita _sharing_ pengalaman, _sharing_ pendapat dan juga _sharing_ dalam pembangunan agama yang menjadi kontribusi Indonesia yang tengah merancang RPJMN, rencana pembangunan jangka menengah nasional,” pungkas Kamaruddin.

Selain Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib, Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana dan Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi juga mewakili pemerintah dalam PaRD Annual Forum ini.

Sebagai informasi, PaRD merupakan organisasi global yang terdiri dari 145 anggota dari 50 negara yang memfasilitasi kerja sama antarnegara, antarpemerintahan, riset akademis, agama, dan organisasi keagamaan masyarakat untuk mempercepat pencapaian SDGs.(OL-13) 

Baca Juga

Antara

KPI Dukung Pelaksanaan ASO Tahap II

👤Ant 🕔Rabu 30 November 2022, 23:08 WIB
Adapun wilayah-wilayah yang akan melaksanakan ASO tahap II ini antara lain Kota Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan...
Antara

Stigma Negatif Masih Melekat pada ODHIV

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 30 November 2022, 22:51 WIB
Padahal, penularan HIV bisa terjadi dengan berbagai cara. Mulai dari penggunaan jarum suntik yang tidak aman, transfusi tidak aman, hingga...
Ist

Wamenag Soroti Minimnya Riset Tentang Zakat

👤Widhoroso 🕔Rabu 30 November 2022, 20:56 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (30/11) secara virtual membuka The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya