Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Semenjak pemerintah melakukan corrective action penanganan karhutla sejak 2015, luas titik panas dan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terus menurun. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Basar Manullang mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun KLHK, luasan karhutla pada 2022 mengalami penurunan sebanyak 97,3% dibanding pada tahun 2014.
"Kita bersyukur atas karunia Tuhan kepada bangsa Indonesia dan semakin terintegrasinya upaya penaganan kebakaran hutan dan lahan di tingkat tapak, dengan pelopor teman-teman saya Manggala Agni, luas karhutla dan hotspot terus menurun setiap tahunnya," kata Basar dalam webinar Festival Iklim 2022 bertajuk Dua Dekade Manggala Agni Mengabdi untuk Negeri Bebas Asap dan Polusi, Rabu (26/10).
Sebagai informasi, pada 2014 terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 2,7 juta hektare. Angka itu kemudian menurun pada 2015 menjadi 2,6 juta hektare, seluas 438 ribu hektare pada 2016 , seluas 165 ribu hektare pada 2017, seluas 510 ribu hektare pada 2018, seluas 1,6 juta hektare pada 2019, dan seluas 296 ribu hektare pada 2020.
"Lalu pada 2021 seluas 358 ribu hektare. Dan pada 2022 dari Januari sampai September ada seluas 183 ribu hektara lahan terbakar. Kalau head to head Januari sampai September 2021, tahun ini terjadi penurunan sekitar 20%," beber dia.
Sementara itu, luasan titik panas juga terus mengalami penurunan. Terjadi penurunan sebanyak 98,6% titik panas pada 2022 dibanding 2014. Pada 2022, tercatat ada sebanyak 1.245 titik panas. Sementara pada 2014 lalu titik panas mencapai 89.214.
Untuk terus memperbaiki upaya penanganan karhutla, Basar memastikan pihaknya terus membaca peluang dan tantangan pengendalian karhutla di lapangan agar bisa menyesuaikan berbagai kebijakan.
"Upaya yang dilakukan ialah dengan mengoptimalkan kerja sama di bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan stakeholder di tingkat tapak, peningkatan kompetensi manggala agni, peningkatan status manggala agni, perubahan pola dan kerawanan karhutla serta inovasi pengendalian karhutla," pungkas Basar. (OL-12)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved