Kamis 13 Oktober 2022, 12:15 WIB

Guru Madrasah Harus Terlibat Aktif Wujudkan Visi Indonesia 2045

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Guru Madrasah Harus Terlibat Aktif Wujudkan Visi Indonesia 2045

MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi

 

WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengingatkan para guru madrasah akan tantangan revolusi industry 4.0 dan society 5.0 karena dinamika keduanya dapat menghadirkan beragam tantangan dan peluang. Mulai dari isu ketahanan pangan dan energi, bonus demografi, perubahan iklim, resesi ekonomi, serta perkembangan teknologi.

Kompetisi antarbangsa ke depan akan semakin ketat. Bangsa yang berdaya saing tinggi berpeluang memenangkan persaingan. Sebaliknya, daya saing terbatas atau rendah, menyebabkan bangsa tersebut tertinggal di belakang.

“Kualitas pendidikan menjadi kunci dalam kita melahirkan generasi emas Indonesia di tahun 2045,” kata Zainut dalam keterangannya.

Ciri persaingan masa depan bukan lagi ditandai konteks globalisasi abad ke-20, tetapi globalisasi yang bercorak digital.

Menurutnya, generasi Emas Indonesia 2045 merupakan anak-anak yang saat ini berada pada usia sekolah di jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah. Mereka diharapkan menjadi generasi unggul yang mampu menguasai dan memanfaatkan perkembangan sains dan teknologi untuk melejitkan daya saing bangsa di berbagai bidang, bahkan mampu berkreasi dan berinovasi untuk memajukan Bangsa Indonesia.

“Selain memiliki kompetensi abad ke-21, generasi ini harus memiliki karakter keindonesiaan dan komitmen yang kuat terhadap ideologi Pancasila dan nilai-nilai moderasi beragama,” ujar Wamenag.

“Dengan menyadari jati dirinya sebagai manusia Indonesia yang berwawasan Pancasila, maka diharapkan mentalitas SDM Indonesia akan bangkit dan bergerak demi mewujudkan Visi Indonesia 2045,” tambahnya.

Sebagai satuan pendidikan formal binaan Kemenag yang menyelenggarakan pendidikan umum dan kejuruan dengan kekhasan agama Islam, madrasah, kata Wamenag, harus terlibat aktif dalam upaya mewujudkan Visi Indonesia 2045.

“Dalam rangka mewujudkan madrasah yang unggul dan kompetitif tersebut, guru memainkan peran penting dan strategis. Sebagai pemangku kepentingan utama dalam dunia pendidikan, guru perlu meningkatkan kompetensi dan keterampilannya agar selaras dengan tuntutan Era Revolusi Industri 4.0. Salah satunya adalah penguasaan dalam bidang teknologi pendidikan (education technology) untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” tegasnya.

Wamenag mengapresiasi penyelenggaraan KSM 2022. Menurutnya, KSM menjadi sarana apresiasi bagi siswa madrasah yang telah menunjukkan kiprahnya untuk membangkitkan semangat integrasi sains dan agama. Hal ini patut dibudayakan pada pendidikan madrasah.

Sehingga, kiprah madrasah semakin terlihat di masyarakat, berkontribusi aktif dalam membangun manusia Indonesia dari segala aspek keilmuan, baik agama, sains, teknologi, ekonomi, budaya, dan lainnya. (H-2)

Baca Juga

Ist

Cara Atasi Penuaan Kulit: Tujuh Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:29 WIB
Penuaan ekstrinsik adalah agresi eksternal  seperti polusi atau sinar UV dan kebiasaan gaya hidup seperti merokok atau makan...
Antara

PGI Minta Presiden Perhatikan Kasus Larangan Beribadah

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:24 WIB
PGI mencatat setidaknya ada lima peristiwa diskriminasi dan intoleransi sejak 17 Januari 2023. Larangan itu dengan alasan rumah ibadah...
DOK/TACO

TACO Dukung Pameran Seni Rupa Art Jakarta Gardens

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 08 Februari 2023, 22:05 WIB
Pagelaran Art Jakarta Gardens kali ini menjadi awal bagi TACO untuk mendukung industri kreatif Indonesia pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya