Jumat 30 September 2022, 07:15 WIB

Pengawasan Semua Pihak Diperlukan untuk Pengolahan Tanggap Darurat Bencana

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Pengawasan Semua Pihak Diperlukan untuk Pengolahan Tanggap Darurat Bencana

ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Pengunjung melihat bangunan yang terdampak abrasi akibat gelombang tinggi di Pantai Depok, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (26/7/2022).

 

DEPUTI Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Zaherman Muabezi menilai pengolahan tanggap darurat bencana masih banyak kelemahan sehingga diperlukan peran dari semua pihak agaar pelayanan penanggulangan kebencanaan bisa meningkat.

Perbaikan di semua elemen dan pembangunan sistem penanggulangan bencana terus dilakukan mulai dari regulasi, kelembagaan, perencanaan pendanaan, peningkatan kapasitas, dan penyelenggaraan pengelolaan bencana.

"Dalam penyelenggaraan pengolahan bencana diperlukan pengawasan seluruh pihak. BNPB mengapresiasi kajian Ombudsman terkait pengawasan pelayanan publik dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana," kata Zaherman dalam Seminar dan Launching Laporan Hasil Kajian Bencana secara daring, Kamis (29/9).

Baca juga: Ketua Forum CSR: Peserta Padmamitra Award Tidak Wajib Anggota CSR Indonesia

Dirinya berharap semua elemen dapat mendorong penyelenggaraan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara lebih baik. Dengan adanya pengawasan banyak pihak diharapkan dapat mengembangkan standar pelayanan penyelenggaraan pengolahan bencana.

Selain itu juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan yang lebih baik dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Diketahui hingga tahun 2022 BNPB mencatat jumlah kejadian bencana sebanyak 1.977 kejadian, peristiwa bencana tentu menimbulkan korban baik korban jiwa maupun pembangunan dan fasilitas publik lainnya.

Negara bertanggung jawab untuk melindungi dan memberikan perlindungan terhadap kehidupan termasuk perlindungan atas bencana. Sebagai negara yang berada di daerah rawan bencana baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam non alam dan juga ulah manusia

"Sampai saat ini kita masih banyak kelemahan dalam penanggulangan bencana namun diharapkan mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana sehingga dapat mengurangi tingkat bencana," ujar Zuherman.

Dengan semakin meningkatnya intensitas bencana dan keragamannya maka penanggulangan bencana di Indonesia perlu ditangani secara komprehensif, multisektor, terpadu, dan terkoneksi antarpemerintah daerah termasuk juga termasuk kepentingan lainnya. (H-3)

Baca Juga

dok.ist

APTISI dan LKBH UTA ’45 Jakarta Siap Gugat ke PTUN terhadap UKAI

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 22:12 WIB
Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) dinilai merugikan ribuan calon apoteker yang dianggap gagal dalam uji...
Ist

Generali Edukasi Semua Karyawan Hormati Penyandang Disabilitas

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 21:46 WIB
Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Generali Indonesia mengedukasi seluruh karyawan tentang pentingnya menghormati setiap orang,...
Ist

Karyawan Herbalife Ajak Anak Panti Asuhan untuk Hidup Lebih Aktif

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 21:24 WIB
Kegiatan ini untuk menumbuhkan inisiatif kebiasaan hidup aktif yang sehat, serta semangat untuk selalu membantu orang-orang yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya