Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Gerakan Makan Tanpa Sisa, yang diharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah, menargetkan 14 ton sampah makanan dikelola menjadi kompos.
Gerakan ini merupakan kolaborasi antara Waste4Change dan PT Bank DBS Indonesia yang berlangsung di Perumahan Vida Bekasi di mana penghuninya menghasilkan 47,5 ton timbunan sampah organik, berdasarkan data Juli 2022.
Jika tidak dikelola dengan optimal, timbunan sampah ini dapat menimbulkan efek negatif bagi lingkungan, kata Head of Group Strategic Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika, dalam siaran resmi, Senin (26/9).
Berdasarkan laporan kajian Food Loss and Waste (FLW) atau sisa dan sampah makanan di Indonesia oleh BAPPENAS RI dan Waste4Change pada 2021, pada rentang 2000-2019 FLW di Indonesia mendominasi sekitar 44 persen sampah nasional, setara 23-48 juta ton sampah per tahun.
Tahun ini, Bank DBS Indonesia menargetkan menyelamatkan sampah makanan sebesar 26 Ton melalui berbagai kegiatan diantaranya kerjasama dengan Waste4Change sebagai salah satu Wirausaha Sosial yang dinaungi DBS Foundation.
Gerakan Makan Tanpa Sisa akan berjalan selama tiga bulan lewat kegiatan yang dibuka dengan kompetisi memasak dan lokakarya edukasi mengompos, tantangan mengompos sampah sisa makanan di rumah agar warga terbiasa mengompos serta edukasi seputar sampah organik dan cara mengelolanya. Lewat program ini, diharapkan sekitar 90 warga Vida, khususnya Bank Sampah Vida dapat konsisten menerapkan kegiatan mengompos dalam keseharian.
“Indonesia di tahun 2021 ditetapkan sebagai kontributor sampah makanan terbesar di dunia dan terbukti bahwa salah satu akar masalah persampahan di Indonesia adalah food waste yang setiap tahun jumlahnya hampir selalu mendominasi total sampah nasional," kata Head of Strategic Services Waste4Change Adhitya Prayoga.
"Program #MakanTanpaSisa ini diharapkan pesannya dapat tersampaikan ke masyarakat luas, bahwa sampah organik seperti sisa makanan dan dapur, harus semaksimal mungkin dikelola sejak dari hulu." (Ant/OL-12)
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth minta agar ada evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kongsor.
Musibah ini merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan metode open dumping yang masih dipraktikkan di TPST Bantar Gebang.
Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.
Kebersihan kawasan pesisir di Pulau Dewata dinilai bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan citra Indonesia di mata dunia.
Plt Bupati Bekasi geram dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kabupaten Bekasi.
Tragedi bantargebang longsor kembali terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Insiden maut ini dinilai bukan sekadar kecelakaan teknis
Pemprov DKI lakukan stabilisasi zona timbunan di TPST Bantargebang pasca-longsor yang tewaskan 4 orang. Simak update operasional dan penanganan korban di sini.
PENGELOLAAN sampah di DKI Jakarta kembali menjadi perhatian publik.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved