Rabu 14 September 2022, 12:25 WIB

BEM Nusantara Siap Kawal Bansos Agar Tepat Sasaran

mediaindonesia.com | Humaniora
BEM Nusantara Siap Kawal Bansos Agar Tepat Sasaran

dok.Ist
Koordinator Pusat BEM Nusantara Ahmad Supardi.

 

PENAIKKAN harga Bahan bakar minyak (BBM) merupakan keputusan pahit yang terpaksa diambil pemerintah. Keputusan ini juga berdampak terhadap masyarakat.

Namun, pemerintah juga telah menyampaikan alasan penyesuaian harga BBM, seperti tekanan ekonomi akibat situasi global yang dirasakan semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Serta, kenaikan harga energi karena disrupsi rantai pasok akibat pandemi dan perang di Eropa.

"(Penaikkan harga BBM) Ini adalah pukulan keras terhadap masyarakat sebenarnya, namun kita juga harus mengetahui bahwa ini adalah kebijakan yang perlu diambil, walau pun ini kebijakan yang pahit bagi pemerintah," kata Koordinator Pusat BEM Nusantara Ahmad Supardi dalam keterangannya, Rabu (14/6/2022).

Hal itu disampaikan Ahmad usai Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema 'Membongkar di Balik Kenaikan Harga BBM' di sebuah hotel daerah Medan, Sumut, Selasa (13/9/2022).

Ahmad mengemukakan, pemerintah telah berusaha memberikan bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat tak mampu sebagai bantalan sosial meredam dampak penyesuaian harga BBM. Bantuan sosial itu diantaranya bantuan langsung tunai (BLT), Bantuan subsidi upah (BSU) dan bantuan angkutan umum.

Ahmad menuturkan bansos ini perlu dikawal oleh semua pihak agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan. "Pemerintah memberikan solusi dengan bantuan langsung tunai kepada masyarakat. Ini yang menjadi kami untuk bersama-sama mengawasi pemberian subsidi, pemberian BLT agar tepat sasaran," ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan diskusi itu bertujuan untuk memberikan win-win solution dari penyesuaian harga BBM tersebut. Ia mengemukakan, penilaian sebuah kebijakan dengan menggunakan berbagai sudut pandang perlu dilakukan agar bisa memberikan solusi atas masalah yang terjadi, termasuk soal penyesuaian harga BBM.

Ia mengajak semua kalangan khususnya mahasiswa agar selalu kritis. Namun solutif dan juga realitis dalam menanggapi isu-isu nasional.

Selain itu, Ahmad juga mengutip pernyataan pengamat ekonomi Faisal Basri. Faisal menyebutkan harga minyak dunia yang melambung tinggi membuat subsidi BBM dalam negeri bertambah, sehingga membuat APBN membengkak. BBM subsidi khususnya pertalite juga banyak dinikmati rata-rata oleh orang yang dikategorikan mampu.

"Subsidi yang diberikan pemerintah hari ini sudah cukup banyak, artinya lebih baik di alokasikan kepada pendidikan atau pun kesehatan," ujar Ahmad mengutip pernyataan Faisal Basri. (OL-13)

Baca Juga

Antara

63,17 Juta Orang Sudah Divaksinasi Booster

👤Ant 🕔Minggu 25 September 2022, 22:26 WIB
Jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis penguat bertambah 44.853 orang menjadi 63.178.098...
ANTARA/Makna Zaezar

Pengamat Nilai Upaya Mendorong Inklusivitas Sudah Mulai Masif

👤Naufal Zuhdi 🕔Minggu 25 September 2022, 21:40 WIB
Muatan kurikulum memang belum banyak menjelaskan tentang inklusifitas, khususnya terkait penyandang...
Dok. LDII

MUI Bekali Juru Dakwah LDII Sebelum Terjun di Tengah Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 21:17 WIB
Dalam tausiahnya, Ahmad Ali mengingatkan kewajiban dakwah terdapat dalam Al-quran Surat Ali Imran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya