Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KALI ini kita akan membahas tentang salah satu asmaul husna milik Allah SWT yaitu Al-Wahhab. Apakah makna dari Al-Wahhab dan mengapa Allah SWT layak disebut Al-Wahhab?
Mari kita simak penjelasan berikut yang dilansir dari @limofficial_lirboyo di Instagram.
Al-Wahhab berakar dari kata hibah yang berarti pemberian tulus tanpa berharap memperoleh imbalan dan tidak disertai kepentingan. Inilah perbedaan pemberian Allah SWT dengan manusia.
Baca juga: Asmaul Husna, Allah Al-Qahhar Yang Maha Mengalahkan Musuh
Banyak manusia yang suka memberi, tetapi berapa banyak yang memberi dengan tulus? Bahkan, tidak ada manusia yang memberi kecuali pemberiannya mengandung kepentingan atau timbal balik yang menguntungkan, baik yang dapat dipetik seketika itu pula maupun yang baru diperolehnya di masa yang akan datang.
Ada kepentingan timbal balik yang bernuansa duniawi, seperti memberi agar dipuji, dicintai, dan dimuliakan sesama makhluk. Cobalah kita perhatikan masa-masa menjelang pemilu, pilkada, dan semacamnya.
Baca juga: Asmaul Husna Allah Al-Ghaffar Tampakkan Keindahan Tutupi Keburukan
Orang yang biasanya kikir sekalipun banyak yang tiba-tiba menjadi dermawan. Namun, tentu saja, kedermawanan itu dilatarbelakangi ambisinya untuk memenangkan perhelatan tersebut.
Ada pula pemberian dengan kepentingan atau timbal balik yang bernuansa ukhrawi. Ini derajat pemberian tertinggi yang bisa dicapai manusia, yakni memberi hanya untuk mendapatkan rida Allah SWT, bukan demi pahala, apalagi surga.
Baca juga: Asmaul Husna Allah Al-Mushawwir Maha Menciptakan Aneka Rupa Makhluk
Semua itu, baik yang bernuansa duniawi maupun ukhrawi, bagaimana pun bentuknya tetaplah dianggap sebagai kepentingan atau timbal balik. Hanya ada satu sosok Yang Maha Memberi tanpa berharap ada kepentingan atau timbal balik. Siapa lagi kalau bukan Allah SWT yang salah satu asma-Nya ialah Al-Wahhab.
Sebut saja salah satu pemberian-Nya seperti napas. Sudah berapa banyak napas yang kita hirup dan embuskan sepanjang hidup ?
Dan berapa harga yang harus kita tebus untuk mendapatkannya? Napas yang tak terhitung jumlahnya kita peroleh secara cuma-cuma.
Bahkan, Allah SWT tidak memberikan napas agar setiap orang yang menghirup mengagungkan dzat-Nya. Dia tidak butuh diagungkan karena Dia-lah yang Maha Agung meski tak ada satu pun mahkluk yang mengagungkan-Nya. (OL-14)
Apa doa Nabi Khidir yang diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib? Berikut penjelasannya.
Seorang selebgram transgender Indonesia menjadi sorotan setelah melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci dengan mengenakan hijab syar'i, pakaian yang biasa dikenakan perempuan Muslim.
Apa saja urutan dan bacaan zikir sore atau petang? Berikut uraiannya.
Pertanyaannya, mengapa telinga bayi yang baru lahir dianjurkan untuk diazani? Berikut penjelasannya.
BANYAK musibah terjadi di sekitar kita. Ada doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW agar kita dilindungi Allah dari musibah yang kita saksikan untuk selamanya.
Untuk mendekatkan diri kepada Allah bisa kalian lakukan dengan beberapa cara. Tentu cara yang paling utama adalah dengan melaksanakan ibadah dan kewajiban sebagai umat Muslim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved