Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan vaksin QDENGA (Dengue Tetravalent Vaccine [Live, Attenuated]) (TAK-003) untuk digunakan sebagai pencegahan semua serotipe Dengue (1 sampai 4) pada Agustus lalu.
Dalam ketentuannya, vaksin bisa digunakan untuk usia 6 sampai 45 tahun tanpa memperhatikan apakah ada riwayat sakit Dengue sebelumnya dan tidak perlu dilakukan pre-vaccination.
Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Mantan KaBalitBangKes Tjandra Yoga Aditama mengatakan vaksin QDENGA ini sudah dalam penelitian uji klinik fase tiga bernama ‘Tetravalent Immunization against Dengue Efficacy Study (TIDES)' yang melibatkan lebih dari 20.000 anak dan remaja usia 4 sampai 16 tahun di beberapa negara Asia dan Amerika Latin.
“Hasilnya menunjukkan proteksi terhadap dengue dan kemungkinan masuk RS sampai 3 tahun sesudah disuntikkan. Secara umum, sesudah pengamatan 12 bulan, efikasi vaksin terhadap terkena penyakit dengue terkonfirmasi adalah 80,2%,” kata Tjandra kepada Media Indonesia, Minggu (11/9).
Baca juga: Badan POM Keluarkan Izin Vaksin Dengue asal Jerman
Sesudah 18 bulan pengamatan, imbuh Tjandra, efikasi vaksin untuk mencegah pasien masuk RS karena dengue adalah 90,4%. Sesudah 4,5 tahun (54 bulan) sesudah disuntik, efikasi perlindungan vaksin secara keseluruhan adalah 61,2% dan terhadap kemungkinan dirawat di RS karena dengue maka proteksinya sebesar 84,1%.
“Vaksin QDENGA (TAK-003) ini berbasis ‘live-attenuated dengue serotype 2 virus’ yang memberi dasar genetik (genetic backbone) terhadap keempat serotipe Dengue yang ada,” tuturnya.(OL-5)
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved