Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan perguruan tinggi untuk menyiapkan generasi unggul dan superior untuk memaksimalkan bonus demografi. Hal itu diungkapkannya saat memberikan orasi kebangsaan di Sidang Terbuka Senat Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam rangka penerimaan secara resmi mahasiswa baru Program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Tiga Tahun Akademik 2022/2023.
"Perguruan tinggi harus terus mempersiapkan generasi unggul untuk Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang. Saat ini Indonesia sedang mengalami masa keemasan bonus demografi karena usia produktif (15-64 tahun) mendominasi jumlah penduduk di dalam negeri," kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang.
Menurutnya, bila generasi muda, yakni para lulusan perguruan tinggi tidak dipersiapkan dengan baik, maka peluang menjadi negara maju akan sirna. Bahkan akan berdampak pada bencana demografi di kemudian hari.
Tugas perguruan tinggi tersebut tidaklah mudah. Lantas, diperlukan kolaborasi dan dukungan semua pemangku kepentingan untuk betul-betul memanfaatkan bonus demografi dengan melahirkan lulusan yang unggul.
Bamsoet juga mengingatkan agar generasi muda harus memiliki semangat bela negara. Khususnya dalam menghadapi kontestasi Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024, generasi muda menjadi kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
“Generasi muda harus sadar betul dan ikut mencermati perkembangan politik yang sangat dinamis memasuki tahun politik di tahun 2024. Sebagai generasi muda harus bisa kritis, harus bisa memilah-milah informasi yang hoks yang cenderung mengadu domba diantara kita. Untuk generasi muda yang paling penting adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Sekarang bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu dengan baik,” terangnya.
“Pemilu dan Pilkada tidak dijadikan sebagai ajang perpecahan, melainkan sebagai ajang suksesi kepemimpinan untuk melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka sebagaimana tercantum dalam pembukaan konstitusi UUD NRI 1945,” sambung Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia itu
Oleh karena itu sangat penting bagi rakyat, khususnya mahasiswa untuk mendorong kedewasaan politik dari segenap kontestan Pemilu. Sehingga bisa tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta memegang teguh komitmen dan kesadaran kolektif.
Baca juga : UBM Hadirkan Pakar Internasional Persiapkan Mahasiswa Hadapi Wajah Baru Industri MICE
"Bahwa muara akhir dari kontestasi politik adalah terwujudnya pemerintahan negara yang mampu melindungi seluruh rakyat, memberikan rasa aman, dan mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan," tegas Bamsoet.
Dia menekankan semangat bela negara bukan hanya memiliki pengertian sempit membela negara sendiri tanpa memperhatikan kondisi lingkungan global. Dalam artian luas, semangat bela negara yang berlandaskan Pancasila sebagai jati diri dan ideologi bangsa, juga bisa menjadi penuntun bagi Indonesia untuk mengajak dunia internasional bersama-sama, bergotong royong menyelesaikan berbagai permasalahan dunia, seperti kelaparan, ketimpangan ekonomi, hingga perubahan iklim.
Sementara itu, Rektor UKI Dhaniswara K. Harjono menjelaskan, untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045, harus dimulai dengan mempersiapkan kalangan generasi mudanya, termasuk yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Salah satu hal yang tidak boleh terlupakan dalam mengelola bonus demografi yakni mempersiapkan generasi muda dengan semangat bela negara.
“Kita menyadari sepenuhnya bahwa ada dua faktor yang menjadi alat pendukung mahasiswa-mahasiswi menjadi lulusan yang superior. Yang pertama adalah faktor bahasa, setiap lulusan harus memiliki kemampuan berbahasa asing. Minimal satu bahasa asing, bahasa Inggris, bahasa mandarin atau yang lainnya sesuai pilihan mereka. Kemudian yang kedua tentunya teknologi, sekarang sudah era digital. UKI menyiapkan agar mereka terampil memanfaatkan digitalisasi dan berkomunikasi dan lain-lain secara digital dan ini kita fasilitasi sepenuhnya,” tambahnya.
Dhaniswara menekankan agar semua mahasiswa memiliki semangat yang sama, semangat untuk bisa melakukan sesuatu yang baik bagi bangsa dan negara ini.
“Kemudian mahasiswa UKI harus fokus pada prodi yang ditempuh dan dilengkapi dengan semangat bela negara. Selain itu juga semangat entrepreneurship sangat penting,” pungkasnya.
AOrasi ilmiah itu merupakan rangkaian kegiatan dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UKI Tahun 2022. Dengan tema ‘To Create Superior Generation’, PKKMB UKI berlangsung dari tanggal 31 Agustus-3 September 2022, di Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur. (OL-7)
Universitas Kristen Indonesia (UKI) merayakan Dies Natalis ke-72 dengan tema “Bertekun dalam Berkarya”, menegaskan komitmen mencetak SDM unggul berintegritas dan berdaya saing global.
Jumlah angkatan kerja Indonesia terus meningkat, memicu kekhawatiran akan lonjakan pengangguran di masa depan.
Tujuan workshop ini adalah memperkuat ekosistem AI di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia, dengan menyiapkan dosen sebagai penggerak utama dalam transformasi teknologi.
Sari Yuliati, Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar, resmi menuntaskan sidang skripsinya di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI)
Kuliah umum yang bertajuk ‘Bridging Language and Literature: Pedagogical Approaches and Practical Strategies’, dilaksanakan di Ruang Seminar UKI
Acara bertajuk Suara Pengungsi: A Celebration of Shared Humanity, Hope, and Dignity digelar untuk memperingati Hari Pengungsi Dunia yang jatuh setiap bulan Juni.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa bela negara merupakan hak warga negara. Hal itu diwujudkan dalam upaya pembebasan sandera kelompok Abu Sayyaf di kawasan Filipina.
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mengatakan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama di generasi muda adalah yang yang fundamental.
CPNS di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN mengikuti Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
Pelatihan ini menyoroti tiga pilar utama kepemimpinan, yaitu purpose, integrity, dan empathy.
Bela negara kini tidak berhenti pada ranah pertahanan, tetapi juga merambah sektor pangan.
Bonus demografi tak otomatis menjadi dividen; ia bisa menjadi liabilitas bila generasi muda terseret polarisasi, scam, radikalisasi, dan apatisme digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved