Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando menyerukan agar literasi di Indonesia bukan sekadar retorika, tapi praktik. Perpusnas mengajak semua kalangan menjadi influencer dalam meningkatkan literasi anak bangsa.
Hal itu disampaikannya dalam webinar Urban-20 (U20) Side Event dengan tema Enabling Cities, Caring Cities yang diselenggarakan secara hibrid oleh Perpusnas, kemarin.
Dari catatan Bappenas dan BPS, kata Syarif, hanya 10% warga Indonesia yang mengenyam ijazah S-1. Sedangkan, sebanyak 90% lainnya hanya memegang ijazah pendidikan umum dan mereka terjun sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga yang harus dididik.
"(Karena itu) Kita harus menjadi influencer. Orang-orang di desa tidak cukup hanya dikasih buku untuk membaca. Mereka bingung. Kita yang harus kasih tahu ini loh cara menanam padi, cara menanam kelapa," ujarnya.
Menyampaikan pengetahuan atau transfer knowledge ini, imbuhnya, juga menjadi tugas utama perpustakaan di saat ini.
Direktur Kebijakan dan Advokasi International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) Stephen Wyber mengatakan, perpustakaan berperan penting untuk mempersiapkan SDM di sebuah negara dalam menghadapi persaingan global. Perpustakaan juga harus mengajarkan pengetahuan tentang kearifan lokal dan pengetahuan modern.
"Kedua pengetahuan tersebut mampu menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, dan aktif," katanya. (Ant/H-2)
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Anggota DPR RI Bonnie Triyana, menyoroti pemangkasan anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan dan budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved