Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas (Satgas) Covid-19 mengkonfirmasi bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 3.588 hari ini. Dengan begitu, total kasus konfirmasi positif di Indonesia mencapai 6.286.362 orang. Sebelumnya, pada Minggu (14/8), terdapat 4.442 orang terkonfirmasi positif covid-19.
Penambahan kasus Covid-19 ini paling banyak berasal dari Provinsi DKI Jakarta, disusul Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, dan Jawa Tengah.
Terkait kondisi peningkatan kasus covid-19 tersebut, Satgas Penanganan covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk terus memperkuat protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 mengingat saat ini masih dalam masa pandemi.
Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito positivity rate di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam lima minggu terakhir, dari yang awalnya di angka 5,12% menjadi 10,05% yang menandakan kenaikan ini terjadi sampai dua kali lipat. Sedangkan batas aman maksimal yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) hanya 5%.
"Jika dibandingkan dengan saat puncak Omicron lalu, dalam lima minggu kenaikan hampir 17 persen. Sedangkan saat puncak Delta lalu kenaikan 9 persen. Yang artinya kenaikan positivity rate kali ini masih lebih rendah dibanding saat puncak Omicron dan Delta. Namun, ini tetap perlu kita waspadai karena positivity rate sudah di atas 10 persen," ujar Wiku pada keterangan tertulis pada Senin (15/8).
Wiku mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah lonjakan kasus covid-19 dengan cara memakai masker dan melengkapi diri dengan vaksinasi hingga dosis penguat atau booster.
"Memakai masker dan protokol kesehatan lainnya serta diiringi dengan vaksinasi booster dapat mencegah lonjakan kasus covid-19," katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting menginformasikan bahwa untuk vaksinasi booster saat ini tidak setinggi saat vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 pada tahun 2021.
"Pencapaian vaksinasi booster harian tidak setinggi sewaktu vaksinasi 1 dan 2 di tahun 2021," ungkap Alex pada Senin (15/8).
Alex juga menjelaskan bahwa data untuk vaksinasi booster masih rendah dibandingkan dengan vaksin sebelumnya.
"Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Minggu (14/8) menunjukkan baru 24,9% atau 58,5 juta masyarakat yang sudah booster. Selisihnya jauh dibandingkan dengan laju vaksin dosis 1 dan 2 yang masing-masing mencapai angka 86,5% dan 72,6%," pungkasnya.
Data vaksinasi booster sempat mengalami kenaikan di bulan puasa kemarin terutama saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Data ini juga harus menguatkan urgensi agar terus meningkatkan cakupan vaksinasi.
"Data booster sempat tinggi saat masyarakat mau mudik lebaran karena sebagai syarat perjalanan pulang kampung. Data ini harus menguatkan urgensi kita untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi bahkan seharusnya sampai ke titik optimal yaitu cakupan booster setinggi-tingginya," jelas Alex.
Menurut Alex Pemerintah harus menyiapkan sentra vaksinasi Booster, terutama di pusat keramaian.
"Untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan vaksin booster, Pemerintah harus mengaktifkan sentra vaksin di pusat keramaian, seperti di bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan," tutup Alex. (H-2)
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Presiden mendoakan agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan diampuni segala dosa-dosanya.
SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut, Indonesia sudah memasuki endemi pada 21 Juni 2023. Terjadi penurunan kasus hingga 89% dalam sebulan.
Seperti halnya virus korona, bentuk patologi sosial semacam itu kini juga masih ada dan bergentayangan. Mereka cuma bermutasi menjadi bentuk lain, dari yang kelas teri hingga kakap.
Dalam waktu satu-dua minggu Presiden Joko Widodo akan umumkan transisi pandemi ke endemi.
Presiden Joko Widodo akan membubarkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 setelah pemerintah resmi mencabut status kedaruratan pandemi di Indonesia.
Pemerintah menganjurkan agar masyarakat tetap melakukan vaksin booster covid-19 meski aturan wajib masker resmi dicabut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved