Senin 15 Agustus 2022, 13:15 WIB

Orangtua Diharap Pahami Digital Parenting

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Orangtua Diharap Pahami Digital Parenting

Freepik
Ilustrasi

 

KETUA Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indria Laksmi Gamayanti mengatakan penting bagi orangtua untuk mengenal, memahami, dan melakukan pola asuh di era digital (digital parenting).

"Kecepatan dan kemudahan dalam mengakses informasi dan konten digital perlu adanya pengawasan dan batasan agar anak terhindar dari dampak negatif terhadap psikis dan mental melalui teknologi digital, terutama yang berkaitan dengan adiksi gadget," kata Indria dalam keterangan pers, Senin (15/8).

"Untuk itu, edukasi terkait pola asuh di era digital menjadi sangat penting guna terwujudnya literasi digital di berbagai kalangan usia, yang pada akhirnya berdampak positif pada tumbuh kembang anak yang sehat, bahagia, dan mampu bersosialisasi pada lingkungan sekitarnya," imbuhnya.

Baca juga: Orangtua Wajib Lindungi Anak dari Kejahatan Siber

Lebih lanjut, Indria menjelaskan setidaknya terdapat empat strategi yang perlu diperhatikan para orangtua dalam menerapkan digital parenting saat ini.

Pertama, adalah pengenalan teknologi pada anak sesuai kebutuhan. Indria mengatakan, setiap anak memiliki kecenderungan minat berbeda terhadap produk teknologi. Ada yang sangat suka, sekadar suka, atau malah tidak terlalu suka dengan alat teknologi.

"Kadar kesukaan tersebut menjadi pijakan untuk menentukan jenis konten apa yang layak kita suguhkan bagi anak-anak. Faktor utama yang mesti diperhatikan adalah usia anak dan kebutuhannya. Berbeda usia, berbeda pula preferensi dan kebutuhan mereka terhadap akses teknologi," kata Indria.

Selanjutnya, adalah menyeimbangkan penggunaan gawai. Orangtua dapat menyepakati screen time untuk anak dan membekali mereka dengan pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi dengan bijak.

"Sesekali mendampingi anak ketika mereka mengakses internet juga menjadi penting, sebab lewat momen kebersamaan itu orangtua dapat memberikan pemahaman terkait pemanfaatan teknologi sekaligus membangun bonding dengan anak," ujarnya.

Ketiga adalah memperbanyak aktivitas interaktif. Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak kerap disebabkan oleh kurangnya aktivitas interaktif. Hal ini akan menyebabkan terganggunya pola komunikasi anak dengan lingkungan sekitar.

Indria mengatakan, orangtua dapat membuat anak-anak lebih aktif dengan berbagai interaktif seperti olahraga, permainan fisik dan puzzle dapat mengurangi waktu anak-anak di depan layar.

"Orangtua juga diimbau untuk tidak menggunakan teknologi secara berlebih ketika sedang berinteraksi dengan anak," kata dia.

Terakhir, adalah menerapkan pola asuh demokratis. Salah satu pola asuh yang dibutuhkan pada era digital adalah pola asuh yang demokratis atau authoritative.

"Pola asuh ini berupaya membantu anak agar bersikap kritis terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari era digital, sehingga anak akan menjadi lebih paham akan penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab," pungkas Indria. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Hari Ini, 15 Ribu Orang Terima Vaksinasi Kedua

👤MGN 🕔Minggu 25 September 2022, 22:57 WIB
Total 171.077.825 orang telah menerima vaksin lengkap per Minggu...
Antara

63,17 Juta Orang Sudah Divaksinasi Booster

👤Ant 🕔Minggu 25 September 2022, 22:26 WIB
Jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis penguat bertambah 44.853 orang menjadi 63.178.098...
ANTARA/Makna Zaezar

Pengamat Nilai Upaya Mendorong Inklusivitas Sudah Mulai Masif

👤Naufal Zuhdi 🕔Minggu 25 September 2022, 21:40 WIB
Muatan kurikulum memang belum banyak menjelaskan tentang inklusifitas, khususnya terkait penyandang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya