Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DUKUNGAN terhadap Gerakan Kebaya goes to UNESCO terus mengalir dari berbagai Komunitas. Forum Bhinneka Indonesia (Forbhin) akan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Kebaya berDansa pada 27 Agustus mendatang yang berkolaborasi dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) & Asosiasi Komunitas Musisi Indie Kreatif (Askomik), Universal Line Dance (ULD), dan Central Park.
Dalam kegiatan tersebut di rencanakan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh perempuan nasional seperti, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Tri Risma Harini, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang, Ketua DPR Puan Maharani, dan Yenny Wahid
Menurut Ketua Umum Forbhin, Karlina Puspa, kegiatan Kebaya berDansa terbagi dalam 2 bentuk, yaitu Menari berpasangan (Dance Couple) dan menari bersama (Social Dance/Line Dance). Menari dilakukan dengan menggunakan Kebaya. "Kegiatan Kebaya berDansa ini kita lakukan sebagai bagian dari Kampanye Kebaya agar bisa benar-benar terdaftar di UNESCO," kata Karlina
"Kami mengampanyekan Kebaya supaya dunia bisa mengetahui bahwa Kebaya adalah milik Indonesia dan identitas perempuan Indonesia, bukan milik negara lain", imbuh dia.
Untuk memasifkan kegiatan tersebut, Forbhin, Pandi, dan Askomik telah mengundang berbagai komunitas untuk ikut serta, sekitar 400 orang akan ikut terlibat dalam acara yang digelar di Tribeca Park, Central Park, Jakarta.
Baca juga: Jangan Tunggu Kebudayaan Indonesia Diklaim Negara Lain
Selain itu, ketua pelaksana acara Kebaya berDansa, Vicky Hidayat mengatakan bahwa kebaya merupakan busana yang dipakai sehari-hari, sehingga penggunaan terhadap kebaya bukan sesuatu hal yang baru di lakukan.
"Kebaya sudah sangat melekat di kehidupan kita, bukan terjadi Setahun atau Dua Tahun ini. Oleh karenanya kita ingin menunjukan kepada semua Orang bahwa berDansa dengan memakai Kebaya adalah suatu hal yang bisa di lakukan. Kebaya itu bisa di lakukan dalam Situasi apapun dan Kegiatan manapun", ungkap Vicky.
Senada dengan Forbhin, Ketua Umum Askomik, Gatut Suryo mengibaratkan dansa dengan musik ibaratkan suami dengan istri, selalu berpasangan dan tidak mudah dilepaskan.
"Askomik mendukung karena itu adalah sebuah satu kesatuan. Disini melibatkan banyak sekali komunitas dansa dan musisi yang di representasikan dengan penggunaan kebaya," pungkas Gatut. (R-3)
Kasus Pandji Pragiwaksono membuka diskusi publik tentang adat dan budaya Toraja. Mengenal nilai, tradisi, dan makna sakral budaya Toraja di tengah polemik.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
Pakaian adat Bali memiliki ciri khas yang sangat kaya akan warna, detail, dan ornamen, mencerminkan kekayaan budaya Bali yang kental dengan nuansa spiritual dan estetika
Pakaian adat ini dikenakan dalam berbagai upacara keagamaan, acara adat, dan kegiatan sehari-hari, serta memiliki variasi tergantung pada acara dan status sosial pemakainya.
Bertindak selaku inspektur upacara adalah Dr. Aang Gunawan Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, pemberdayaan alumni, dan keamanan. Upacara dilaksanakan dengan penuh khidmat
SEJUMLAH menteri tampak hadir di Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024).
Dalam Sidang Tahunan MPR-DPR 2024, pada Jumat (16/8), Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat Betawi.
Sebagian besar jemaah haji asal Makassar yang tiba di Tanah Air tampak mengenakan pakaian khas Bugis, Makassar, atau pakaian Arab Saudi yang menarik perhatian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved