Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK meningkatkan konsentrasi anak ketika sekolah maka aktivitas atau kegiatan anak di luar sekolah dan pola makan anak harus diatur. Dokter Umum Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat dr Debby Amanda menjelaskan anak sekolah dengan rentang usia 6-12 tahunt masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
Oleh karenanya, mereka memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Anak-anak sendiri direkomendasikan untuk makan makanan utama 3 kali sehari disertai dengan dua cemilan setiap harinya.
"Cuma ada yang harus diperhatikan masalah cemilan ini harus terjadwal karena penting juga untuk mengatur pola dan jadwal makan pada anak," kata Debby dalam talkshow Dokterku 'Pola Makan dan Aktivitas Fisik Pada Anak Sekolah' secara daring, Jumat, (22/7).
Baca juga: Platform SatuSehat Integrasikan Data Kesehatan Nasional
Baca juga: Kemenkes Siapkan 1.000 Obat Cacar Monyet dan Sebar 1.500 Reagen ke Daerah
Dirinya mencontohkan cemilan bisa diberikan 2 kali dalam sehari pada anak, pertama diberikan antara makan pagi dan makan siang. Kedua diberikan antara makan siang dan makan malam. "Untuk khusus anak sekolah menjaga pola makan dengan nutrisi tinggi bisa dengan membawa bekal ke sekolah, dengan begitu otomatis makanan yang dibawakan dari rumah kesehatannya lebih terjamin," ujar Debby.
Anak usia sekolah juga disarankan sarapan karena selama jam tidur anak-anak berpuasa. Sarapan memberikan cadangan energi untuk mereka menghadapi aktivitas di sekolah. Dalam satu hari seorang anak terdiri dari tiga makan besar dan dua kali selingan dengan jadwal teratur.
Manfaat dari aktivitas fisik pada anak usia sekolah adalah bisa meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani pada anak, kemudian meningkatkan masa dan kekuatan tulang dan otot serta meningkatkan daya konsentrasi juga kemampuan mengingat dari seorang anak.
"Pada saat anak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga kan ada peraturan ada arahan yang harus mereka ikutin. Nah itu melatih mereka untuk berkonsentrasi dan mengingat," ungkap Debby.
Aktivitas fisik pada anak usia sekolah bisa mengurangi rasa kecemasan dan depresi anak karena aktivitas bisa mengeluarkan hormon endorfin. Fungsi hormon ini memberikan rasa rileks memberikan rasa bahagia. Untuk durasi aktivitas fisik pada anak usia sekolah sudah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 60 menit dengan frekuensi 3 sampai 5 kali dalam seminggu. (H-3)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved