Jumat 22 Juli 2022, 14:50 WIB

Sejarah Penguin Puluhan Juta Tahun Lalu yang Dapat Terbang

Mediaindonesia.com | Humaniora
Sejarah Penguin Puluhan Juta Tahun Lalu yang Dapat Terbang

AFP/Justin Sullivan.
Penguin.

 

BURUNG penguin, yang hidup di pantai dingin dan tropis, menyisakan tanda tanya bagi para peneliti. Baru-baru ini peneliti mengungkapkan riset terbaru soal penguin. Mereka melacak keberadaan burung tersebut sampai 60 juta tahun yang lalu dengan mengidentifikasi gen yang memengaruhi kemampuan melihat di dalam air, menyelam, suhu tubuh, ukuran badan, dan makanan.

"Bagi saya, penguin ialah contoh sempurna transisi besar dalam evolusi, seperti evolusi pola hidup di air seekor paus atau kelelawar yang bisa terbang," kata ahli paleontologi burung di Museum Bruce, Connecticut, Amerika Serikat, Daniel Ksepka, Jumat (22/7). Ksepka ialah salah seorang penulis studi yang diterbitkan di jurnal Nature Communications.

Penguin tertua yang berhasil dilacak berasal dari 61 juta tahun yang lalu dari Selandia Baru. Namanya Waimanu manneringi. Ia hidup sekitar 5 juta tahun setelah dinosaurus punah.

Penguin, yang tidak bisa terbang, diketahui memiliki nenek moyang yang masih berkerabat dengan burung laut lain, termasuk albatros atau elang laut. "Kita tahu bahwa penguin berevolusi dari burung yang bisa terbang, tetapi itu terjadi lebih dari 60 juta tahun yang lalu. Kita perlu melihat fosil-fosil untuk melihat di mana, kapan, dan bagaimana itu bisa terjadi," kata Ksepka.

Dahulu penguin bisa menyelam seperti burung puffin. Setelah itu mereka kehilangan kemampuan untuk terbang bersamaan dengan adaptasi terhadap kehidupan di air. Mereka akhirnya mahir berenang dan menyelam.

Penguin purba juga berukuran jauh lebih besar dibandingkan yang hidup sekarang. Spesies penguin Kumimanu biceae, yang hidup sekitar 55-60 juta tahun yang lalu, memiliki tinggi mencapai 1,8 meter. Penguin yang saat ini masih hidup, penguin kaisar, hanya setinggi 1 meter.

Evolusi penguin sangat dipengaruhi perubahan suhu, yaitu perpindahan dari dingin ke hangat, dan perubahan arus laut. Tim peneliti memperkirakan populasi setiap spesies penguin berubah selama 250.000 tahun terakhir berdasarkan tanda-tanda yang terlihat pada genom hewan tersebut. "Perubahan lapisan es berdampak besar pada penguin dan spesies yang rentan terhadap air laut yang surut mungkin akan menderita akibat pemanasan global," kata Ksepka.

Baca juga: Jalan Mudah untuk Perkuat Memori Berdasarkan Sains

Penguin juga mengalami tingkat evolusi terendah diantara burung lain. Mereka saat ini kebanyakan hidup di belahan selatan bumi, seperti penguin Adelie di pantai Antartika. Selain itu, penguin ditemukan di Kepulauan Galapagos, satu-satunya penguin yang hidup di iklim tropis. 

Penguin memiliki tulang sayap yang datar dan keras. Bulu di bagian tersebut juga mendukung perubahan dari sayap menjadi sirip. Struktur tulang penguin juga memiliki lebih sedikit ruang untuk udara. Ukuran tulang tebal yang bisa meningkatkan kemampuan menyelam dan menyimpan oksigen di otot sehingga mereka bisa menyelam dalam waktu yang lama. (Ant/OL-14)

Baca Juga

Ist

Keterbukaan dan Sikap Kritis Kunci Pulih dari Intoleransi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:40 WIB
Proses radikalisasi seringkali masuk akibat keterbukaan yang tidak diiringi sikap kritis. Hal ini mengingat strategi infiltrasi kelompok...
Antara

Cegah Kasus PMK Meluas, Pemerintah Impor 14 Juta Dosis Vaksin

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:37 WIB
Pemerintah juga melakukan percepatan vaksinasi pada hewan ternak sehat, namun berada di wilayah yang berstatus wabah...
Medcom.id/Ahmad Garuda

Mau Buat SIM C, Ini Syarat dan Biayanya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:54 WIB
Apabila anda ingin segera mengendarai kendaraan, terutama sepeda motor, ketahui apa saja syarat dan berapa biaya pembuatan SIM...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya