Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menegaskan soal legalisasi penggunaan ganja untuk medis. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan kementerian/lembaga lainnya.
Adapun hasilnya, izin yang digunakan bukan terkait pemakaian ganja, melainkan izin untuk penelitian medis dari komponen ganja.
"Kita sudah bicara dengan kementerian lain. Itu (ganja) mau kita gunakan untuk penelitian dulu. Karena di kesehatan, semuanya berbasis bukti, berbasis ilmiah," jelas Budi, Kamis (21/7).
Baca juga: MK Minta Pemerintah Buat Kajian Ganja untuk Medis
Hal itu diutarakan Budi seusai menghadiri Aksi Bergizi pembagian TTD dan Makanan Tambahan di SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia menjelaskan bahwa sudah banyak jenis narkotika yang digunakan penelitian medis, seperti morfin.
"Morfin itu kan narkotika. Misalnya ada orang sakit, orang lagi luka, ada bencana, ada perang, disuntik morfin. Tapi sudah diukur, morfinnya segini, diberikannya ke orang ini. Gak boleh dijual bebas kemana-mana," imbuhnya.
Baca juga: Pemohon Legalisasi Ganja untuk Medis Minta Solusi Konkrit
Begitu juga dengan ganja, yang dikatakannya perlu dilakukan penelitian. Dalam hal ini, apakah ganja bisa digunakan untuk kebutuhan medis atau tidak. Kemudian, siapa yang berhak memakain ganja di ranah medis, berikut dosisnya.
"Ganja ini harus diteliti, supaya ada bukti medis. Apakah bisa dipakai untuk alasan medis, atau tidak. Dosisnya berapa banyak dan lain sebagainya. Yang mau kita bikin adalah izin penelitian, bukan untuk pemakaian," pungkas Budi.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terkait legalisasi ganja medis untuk alasan kesehatan. Itu melalui amar putusan yang dibacakan Ketua MK Anwar Usman pada persidangan Rabu (20/7) lalu.(OL-11)
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BNN RI dalam menghadapi tantangan permasalahan narkotika yang semakin kompleks, lintas sektor, dan dinamis.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan.
Cendekiawan didirikan untuk menyiapkan aturan atau Rancangan Undang-Undang (RUU) Tata Kelola Ganja Medis.
Masyarakat ingin ganja untuk kesehatan ini diakomodasi lewat revisi UU Narkotika. Jangan ada lagi kasus seperti yang dialami Fidelis di Pontianak.
Efektivitas senyawa tersebut sebagai pengobatan medis masih dalam penelitian.
Sebelum undang-undang baru Missouri berlaku, perempuan kakak beradik itu biasa berkendara dari Kansas ke Colorado selama delapan jam untuk membeli ganja.
Pemerintah Malaysia masih terus mengkaji rencana penggunaan ganja untuk keperluan medis.
Peluang yang ada tersebut harus dimanfaatkan oleh Pemerintah Aceh dengan cara melegalkan-nya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved