Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa persentase penduduk miskin sebesar 9,54% pada Maret 2022 atau turun 0,17% dibanding September 2021 dan turun 0,60% dibanding Maret 2021.
Menanggapi hal itu, Sosiolog dari Universitas Nasional Nia Elvina mengungkapkan, meskipun data BPS menunjukkan perkembangan positif, namun ia menilai bahwa pemerintah harus jeli untuk mengantisipasi lonjakan meningkatnya jumlah kelas bawah di Indonesia.
"Program-program padat karya yang menyerap tenaga kerja yang banyak perlu ditingkatkan dan diperluas. Dan subsidi bagi masyarakat kelas bawah tidak boleh diminimalkan," kata Nia saat dihubungi, Minggu (17/7).
Ia juga menilai, survei yang dilakukan BPS itu juga semestinya diperbandingkan dengan survei dari lembaga lain atau perguruan tinggi agar data yang ada dapat dinilai secara valid.
"Pasalnya, kecenderungan ekonomi dunia saat ini melemah. AS mengalami inflasi tertinggi saat ini, sehingga pemerintah memberikan program subsidi bagi masyarakat kelas bawah mereka," beber dia.
Seperti diketahui, sebelumnya Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan bahwa penurunan persentase penduduk miskin itu berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan. Hal itu menandakan bahwa ekonomi Indonesia pun semakin membaik.
Ia menyatakan, penduduk miskin pada Maret 2022 mengalami penurunan 340 ribu orang dibanding September 2021 dan turun 1,3 juta orang dibandingkan Maret 2021.
Meski demikian, Margo menyatakan tingkat kemiskinan masih belum kembali ke level sebelum pandemi covid-19. Pada Maret 2019, tingkat kemiskinan masih berada di 9,41% lalu turun pada September 2019 menjadi 9,22%.
Tingkat kemiskinan kemudian meningkat pada Maret 2020 menjadi 9,78% dan melonjak pada September 2020. "Adanya tren penurunan yang berlanjut menjadi kabar baik. Artinya sudah ada perbaikan tapi belum kembali ke kondisi sebelum pandemi," pungkasnya. (H-2)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Program yang bersifat gratis ini bertujuan mencetak pramudi profesional yang mandiri, berdaya saing, serta mengedepankan standar keselamatan dan pelayanan prima.
UPAYA membuka lapangan kerja berbasis rumah tangga dilakukan Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Ruang Tegal Muda (RTM) melalui penyelenggaraan Workshop Baking & Cooking Naik Kelas.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama dengan Yayasan Puspa Indah Mitra Kreatif dan Difapreneur menggelar Pelatihan Digital Marketing Difabel Setara Batch-4
BUKA lapangan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Bank Infaq Pusat menggelar Pelatihan Olahan Makanan Kekinian.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved