Jumat 15 Juli 2022, 16:29 WIB

Stunting Jadi Perhatian di Kongres XVI Fatayat NU di Palembang

Dwi Apriani | Humaniora
Stunting Jadi Perhatian di Kongres XVI Fatayat NU di Palembang

MI/Dwi Apriani
Ribuan anggota Fatayat NU dari berbagai provinsi di Indonesia menghadiri Kongres XVI Fatayat NU di Jakabaring, Palembang, Jumat (15/7/2022)

 

FATAYAT Nadhlatul Ulama menggelar Kongres XVI di Palembang. Kegiatan itu dilaksanakan selama empat hari yakni 14-17 Juli 2022. Dalam kegiatan tersebut hadir ribuan Fatayat NU dari seluruh Indonesia.

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto disela Pembukaan Kongres XVI Fatayat NU, Jumat (15/7/2022) mengatakan semua rakyat berkewajiban membela negara ini. "Bangsa yang lemah adalah bangsa yang kekayaannya akan dicuri oleh bangsa lain. Inilah yang membuat saya memberi pesan bahwa kita semua bertanggungjawab atas keselamatan masa depan kita," ucapnya.

Dalam kegiatan yang rata-rata dihadiri kaum emak-emak ini, Prabowo mengatakan bahwa ibu berperan besar dalam melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh.

"Emak-emak berkewajiban bertanggungjawab atas keselamatan Bangsa Indonesia. Karena kaum ibu yang mengandung, melahirkan dan mendidik anak-anak Indonesia. Kalau perempuan lemah maka generasi akan lemah. Bangsa yg lemah akan dijajah oleh bangsa lain," kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa hal ini terdapat dalam Pasal 30 ayat 1 bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU, Anggia Ermarini menyebutkan bahwa selama periode Kepengurusan Fatayat NU 2015-2022 program-program yang dilakukan sangat berperan dan erat kaitannya dengan pemberdayaan perempuan dan anak-anak.

Salah satunya adalah permasalahan stunting yang dapat mempengaruhi kualitas generasi muda Indonesia kedepan.  Kekurangan gizi pada anak baik pada masa mereka masih dalam kandungan maupun dalam masa pertumbuhan, terutama dalam seribu hari perkembangan anak dapat berefek pada gangguan kognitif.

"Anak yang stunting dapat mengalami gangguan kognitif. Sulit belajar dan berkonsentrasi, kekebalan tubuh yang rendah, hingga tingkat kecerdasan yang rendah. Ini sangat berpengaruh terhadap kualitas generasi kita kedepannya," kata Anggia.

Anggia menuturka, dalam melakukan pendampingan terhadap hal ini, Bidang Kesehatan Fatayat NU melakukan berbagai kegiatan antara lain melakukan sosialisasi kepada para Posyandu serta pendamping anak mengenai pola asuh yang ideal dalam mencegah maupun mengatasi stunting.

"Ibu bekerja biasanya ada pendamping anaknya dirumah. Ini sasaran dari kegiatan sosialisasi kita," ujarnya.

Selain terhadap stunting, Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Fatayat NU juga mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pemberian obat cacing dan vitamin A, penguatan pemahaman tentang kesehatan, program advokasi, monitoring dan evaluasi kebijakan serta implementasi SJSN dan BPJS, Rumah Sehat Bebas Asap Rokok, SMS Bunda, Program Kesehatan Lingkungan, Pekan Olahraga Perempuan selama tiga tahun berturut-turut, program kesehatan di masa pandemi, PHBS, serta penguatan protokol kesehatan hingga sekarang.

Anggia juga menjelaskan pencapaian program-program lainnya antara lain Usaha Bersama Komunitas (UBK), Film Mars untuk mendukung upaya promosi peningkatan pendidikan bagi perempuan di Indonesia, memperkuat kelembagaan Forum Da'iyah Fatayat NU dan Ikatan Hafidzoh Fatayat NU.

Kemudian, Gerakan Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan (GELATIK), serta diskusi dan kajian kebijakan tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sebagai organisasi, Fatayat NU juga melakukan berbagai program kaderisasi di semua tingkatan.

Kongres Fatayat NU berlangsung dari tanggal 14-17 Juli 2022. Kongres akan memilih Ketua Umum PP Fatayat NU Periode 2022-2027 serta membahas program-program yang akan dilakukan dan rekomendasi.

Fatayat NU memiliki sekitar sepuluh juta anggota yang tersebar di 34 Pimpinan Wilayah pada tingkat Provinsi, 480 Pimpinan Cabang pada tingkat Kabupaten/Kota, Pimpinan Anak Cabang pada tingkat Kecamatan dan Pimpinan Ranting pada tingkat Desa/Kelurahan di seluruh Indonesia.

Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin secara virtual. Wakil Presiden mengapresiasi kiprah Fatayat NU dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia.

"Masih dibutuhkan kerja keras dan langkah strategis Fatayat NU. Upaya memperkuat pemberdayaan perempuan juga menjadi salah satu agenda Presiden," katanya.

Ma'ruf Amin menjelaskan, perempuan juga menjadi bagian dari Presidensi G20. Diantaranya yakni diskriminasi, kesetaraan perempuan, penyandang disabilitas hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak.

"Saya harap Fatayat NU ambil bagian mensukseskan presidensi terkait isu pemberdayaan perempuan. Saya juga harapkan Fatayat NU manfaatkan peluang dan hadapi perkembangan zaman sehingga umat Islam dapat bangkit bersama dan sejahtera bersama sesuai dengan harapan pasca pandemi Covid-19 ini," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Jelang Bersekolah, Anak Butuh Nutrisi Seimbang dan Motivasi dari Orangtua

 

 

 

Baca Juga

ANTARA/Agha Yuninda

PPKM di Jawa-Bali Diperpanjang, Semua Daerah Level 1

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:43 WIB
Safrizal mengatakan penetapan level 1 di semua daerah berdasarkan pertimbangan para pakar. Kemudian mempertimbangkan kondisi faktual di...
Dok. ITB

Harapan Orangtua dan Guru

👤Riama M Sihombing/M-1 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:40 WIB
ADANYA buku taktil 3D Printing mendapat sambutan positif. Orangtua dari anak-anak tunanetra yang berada di Low Vision Center menyambut baik...
Dok. Pribadi

Batik Cirebonan dalam Buku Taktil 3D-Printing

👤Riama Maslan Sihombing Kelompok Keahlian Komunikasi Visual dan Multimedia 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:35 WIB
Dengan buku ini anak-anak tunanetra dapat memiliki pengalaman secara taktual dengan meraba motif batik yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya