Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI, Dr Muzal Kadim mengatakan hepatitis akut misterius yang menjangkiti Indonesia saat ini memiliki kemiripan gejala dan cara penularan dengan hepatitis A.
"Hepatitis A yang paling mendekati dengan Hepatitis Akut atau Hepatitis unknow baik gejalanya hingga cara penularan yang melalui saluran pencernaan. Masuk ke sirklus enterohepatik dan masuk ke dalam hati. Dia hanya menyerang hati. Timbul peradangan kemudian kembali ke saluran pencernaan dan keluar lagi sebagai penularan," kata Muzal dalam webinar bertajuk Mengenal Lebih Jauh: Hepatitis Akut Misterius Jumat (1/7).
Hepatitis sendiri suatu implamasi di hati atau peradangan di hari yang disebabkan oleh berbagai sebab. Infeksi juga bisa karena infeksi virus, kecanduan minuman beralkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit autoimun, dan infeksi cacing hati.
DIjelaskannya, ada dua virus penyebab hepatitis, yakni virus hepatotropik adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Sedangkan nonhepatotropik sebenarnya tidak khusus menyerang hati tetapi menyerang sistemik hingga berdampak pada hati.
"Hepatotropik, virus ini hanya menyerang hati saja dan tidak menyerang organ lainnya. Ini yang paling sering," sebutnya.
Dia menambahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengharuskan pada kasus probably yang bukan Hepatitis A,B,C,D, dan E. Sebabnya, yang terbanyak A,B,C,D, dan E.
"Kalau ada anak yang menyerang anak, tenyata bukan A,B, C,D dan E itu berarti misterius. Apa itu? Itu yang disebut Hepatitis unknown sekarang,"
Tingkatkan kewaspadaan
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyebut Hepatitis Akut berat yang belum diketahui penyebabnya, seperti gejala awal yakni mual, muntah, diare berat hingga demam ringan
Gejala lanjut yakni air kencing berwarna pekat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang, dan kesadaran menurun.
"Sosialisasi telah dilakukan IDAI kepada seluruh dokter anak, untuk bisa mengenal dan menangani hepatitis, sehingga pada level rumah sakit kabupaten kota menjadi rujukan untuk Hepatitis Akut ini," ujarnya.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan CDC dan pemerintah Inggris yang pertama kali melaporkan kasus untuk perkembangan lebih lanjut.
"Tentunya juga meningkatkan kewaspadaan publik, deteksi dan terapeutik," jelasnya.
Sebelumnya, Hepatitis di Indonesia saat ini terdata sebanyak 16 kasus probable. Diketahui patogen paling banyak ditemukan adalah Cytomegalovirus (CMV).
Secara kumulatif, kasus hepatitis di Indonesia sampai saat ini ada 70 kasus yang tersebar di 21 provinsi. Dari 70 kasus itu ada 16 probable, 14 pending, dan 40 discarded.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril menjelaskan discarded artinya kasus yang disingkirkan karena penyebabnya sudah diketahui dan bukan dari kelompok hepatitis. Gejala terbanyak dialami pasien adalah demam, mual, muntah, dan kuning.
“Dari pemeriksaan PCR dan metagenomik terhadap 16 probable telah diketahui patogen paling banyak ditemukan pada pasien portable adalah cytomegalovirus (CMV) yakni 4 dari 15 pasien yang diperiksa,” terangnya.
Kemudian 9 dari 16 pasien probable yang telah diperiksa PCR dan metagenomik terdeteksi virus dari famili herpesviridae yakni CMV, HSV1, HHV- 6A, HHV1, EBV. Selanjutnya 1 pasien positif enterovirus dan 1 pasien positif adenovirus.
Sampai saat ini definisi hepatitis belum ada dari WHO. Syahril melanjutkan masih menunggu definisi seperti halnya PCR positif untuk Covid-19, tapi untuk hepatitis ini masih belum ada yang disebut dengan konfirmasi. (H-2)
Pada 15 April 2022, WHO menyatakan kejadian ini sebagai (KLB) hepatitis, kejadian ini terus bertambah dengan adanya laporan-laporan dari berbagai negara.
Apa sebenarnya penyebab penyakit hepatitis? Berikut penjelasan penyebab, gejala, dan bagaiamana kita mencegahnya.
Indonesia masuk dalam 20 negara dengan beban penularan Hepatitis yang besar di dunia
Adapun definisi dari kasus probable ialah hepatitis akut namun virusnya bukan termasuk hepatitis A-E dan SGOT atau SGPT > 500 IU/L.
Tema nasional dari Hari Hepatitis Sedunia tahun ini adalah “Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis karena Hepatitis Tidak dapat Menunggu”,
Gejala Hepatitis sangat penting dipahami oleh orangtua untuk menjaga buah hati agar mengetahui penanganan yang tepat bagi buah hati.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan dr. Piprim Basarah Yanuarso diberhentikan dari PNS karena pelanggaran disiplin.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, teknologi genomik memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih personal.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved