Jumat 01 Juli 2022, 21:25 WIB

Penerapan Kelas Rawat Inap Standar Ditunda karena Regulasi belum Rampung

Atalya Puspa | Humaniora
Penerapan Kelas Rawat Inap Standar Ditunda karena Regulasi belum Rampung

Antara
Ilustrasi

 

UJI coba kelas rawat inap standar (KRIS) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang semula direncanakan akan dimulai 1 Juli 2022 akan diundur. Hal itu disebabkan karena regulasi yang sampai saat ini masih dirancang.

"Uji coba KRIS maish dipersiapkan dan menunggu regulasi yang kini masih dalam perancangan," kata Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional Asih Eka Putri saat dihubungi, Jumat (1/7).

Ia mengungkapkan, karena ada penghapusan kelas, nantinya iuran disesuaikan dengan memperhatikan keadilan dan prinsip asuransi sosial. "Iuran akan diberlakukan sesuai dengan besar penghasilan," imbuh dia.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Kementerian Kesehatan yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengungkapkan, sampai hari ini belum ada sosialisasi terkait dengan penerapan KRIS di rumah sakit dari BPJS Kesehatan.

"Saat ini rancangan aturan penghapusan kelas rawat inap BPJS Kesehatan itu masih dalam tahap finalisasi. Bila akan uji coba maka akan disampaikan secara resmi oleh BPJS Kesehatan," ungkap dia.

Adapun, nantinya uji coba akan dilakukan di sejumlah RS verstikal yang berada di bawah Kementerian Kesehatan. Dalam pelaksanannya nanti, KRIS mengatur 9 kriteria wajib dari 12 kriteria yang disepakati. Empat kriteria wajib pertama mensyaratkan bahan bangunan RS tidak memiliki porositas yang tinggi, ventilasi udara, pencahayaan ruangan, kelengkapan tempat tidur dengan minimal 2 setop kontak, serta nurse call yang terhubung dengan ruang jaga perawat.

Lima kriteria sisanya mewajibkan tersedia meja nakas, stabilnya suhu ruangan 20-26 derajat celsius, ruangan terbagi jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi, noninfeksi, dan bersalin), pengaturan kepadatan ruang rawat dan kualitas tempat tidur, serta tirai atau partisi rel dibenamkan atau menempel plafon dan bahan tidak berpori. (H-2)

 

Baca Juga

Antara

40,5 Juta Masyarakat Sudah Divaksinasi Booster

👤MGN 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:37 WIB
Sebanyak 6.178.179 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Kemudian 8.423.560 petugas...
MI/ Tri Subarkah

Sinar Mas Agribusiness and Food Ajak Masyarakat Garap Kebun Belakang Rumah

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:27 WIB
Ia berharap proyek Safe Water Garden (SWG) bisa meningkatkan pendapatan dan kesehatan...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Bantu Penyandang Disabilitas, Lansia, Yatim Piatu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:39 WIB
Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan uang tunai, pangan, dan alat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya