Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar pengukuhan guru besar pada di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ, Rabu (29/6). Rangkaian acara yang digelar secara hybrid tersebut merupakan prosesi sidang terbuka sekaligus pengukuhan Prof Dr Herwina Bahar, MA, sebagain guru besar Bidang Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ.
Dosen FIP UMJ ini resmi ditetapkan sebagai Guru Besar melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen Profesor atau Guru Besar Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III yang diterima, Selasa (17/05).
Dalam acara pengukuhan Herwina menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Modelm Pembelajaran Terpadu Berbasis Asmaul Husna dalam Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Gagasan tersebut yang mengantarkan Herwina meraih gelar Guru Besar.
Dalam gagasan tersebut Herwina mencoba menggunakan Asma’ul Husna (nama-nama Allah) dalam penguatan pendidikan karakter anak. Asmaul Husna dapat menjadi basis yang dikembangkan dalam upaya pembentukan karakter anak usia dini. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat anak memiliki sifat-sifat terpuji.
Menurut Herwina, keberadaan pendidikan diharapkan dapat lebih berorientasi pada nilai-nilai luhur ketuhanan yang diinternalisasikan ke dalam diri anak. Proses internalisasi tersebut membutuhkan sosok (guru) yang dapat mengantarkan, membimbing dan mengarahkan anak untuk melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi.
Prof. Dr. Hj. Herwina Bahar, MA., merupakan guru besar di bidang Pendidikan Islam.
Perempuan kelahiran Metro Lampung, 24 Desember 1968 yang kini menjabat sebagai sekretaris sekolah pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta, tercatat pernah menjadi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ pada 2009-2017. Selama menjadi dekan, ia melakukan berbagai inovasi pengembangan fakultas. Mengintegrasikan pembelajaran berbasis Asmaul Husna dan menginisiasi Hizbul Wathan masuk ke dalam kurikulum sebagai mata kuliah wajib fakultas adalah beberapa diantara banyak inovasi dan inisiasi yang telah dihasilkan.
Sementara itu, Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menyampaikan UMJ bertekad untuk meraih predikat unggul. Melalui SDM yang dimiliki UMJ dan di bawah bimbingan Dikti, Ma’mun menegaskan keyakinannya bahwa UMJ dapat meraih akreditasi unggul.
Selain itu, Ma’mun juga menyampaikan terkait tugas yang diemban oleh seorang akademisi. Menurutnya seorang akademisi, guru besar, memiliki tantangan yang besar yakni memadukan kealiman dan kearifan. "Arif itu menghadirkan kebijaksanaan di dalam proses apapun. Maka sudah menjadi tekad untuk kita semua terutama di kalangan akademis untuk bisa memadukan alim dan arif,” ungkap Ma’mun
Tekad UMJ untuk meraih predikat unggul didukung oleh Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Edy mengatakan bahwa prosentase guru besar yang dimiliki UMJ sebesar 2,5% dapat menjadi modal bagi UMJ untuk meraih unggul dan berdaya saing dan berkemajuan.
Terkait agenda UMJ dalam meraih predikat unggul, pada kesempatan tersebut Dr. Paristiyanti Nurwandanu, MP., Ketua LLDIKTI Wilayah III, menyampaikan dukungan dan masukan kepada PP Muhammadiyah, khususnya UMJ. Paristiyanti memberikan masukan pada UMJ untuk mulai focus ke program magister dan doktor. Hal tersebut disampaikannya berdasarkan persentase dosen, doktor, lector kepala, dan guru besar yang ada di UMJ. Menurutnya, UMJ juga bisa berkolaborasi dengan mitra.
"Saat ini masih dibuka program agar mitra dari praktisi dunia usaha dan industri untik jadi pengajar di UMJ. Rebutlah praktisi mnengajar untuk UMJ. Saya yakin akan terjadi akselerasi guru besar atau lektor kepala di UMJ," tegas Paristiyanti. (RO/OL-15)
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset mencapai Rp12 triliun pada 2026. Itu disampaikan di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan akan menambah dana riset hingga pada 2026 mencapai Rp12 triliun. Hal itu disampaikan presiden di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Permendiktisaintek 52/2025 dibuat untuk memberikan kepastian hukum agar profesi, karier, dan penghasilan dosen dalam satu kerangka kebijakan yang terpadu.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Edufair hadir sebagai wadah silaturahim dengan alumni SMA Muhammadiyah 25 baik yang masih kuliah maupun yang sudah berkarier.
Dosen juga harus mampu merencanakan studi lanjut, termasuk persiapan studi doktoral melalui skema beasiswa BPI dan PDDI.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Beberapa bentuk kegiatan strategis itu mencakup seminar, workshop, dan kelas kolaboratif yang menampilkan praktisi industri dan akademisi kedua institusi.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved