Rabu 29 Juni 2022, 17:30 WIB

UMJ Kukuhkan Herwina Bahar Sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan

Widhoroso | Humaniora
UMJ Kukuhkan Herwina Bahar Sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan

DOK UMJ
Prof Dr Herwina Bahar, MA,

 

UNIVERSITAS Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar pengukuhan guru besar pada di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ, Rabu (29/6). Rangkaian acara yang digelar secara hybrid tersebut merupakan prosesi sidang terbuka sekaligus pengukuhan Prof Dr Herwina Bahar, MA, sebagain guru besar Bidang Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ.

Dosen FIP UMJ ini resmi ditetapkan sebagai Guru Besar melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen Profesor atau Guru Besar Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III yang diterima, Selasa (17/05).

Dalam acara pengukuhan Herwina menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Modelm Pembelajaran Terpadu Berbasis Asmaul Husna dalam Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Gagasan tersebut yang mengantarkan Herwina meraih gelar Guru Besar.

Dalam gagasan tersebut Herwina mencoba menggunakan Asma’ul Husna (nama-nama Allah) dalam penguatan pendidikan karakter anak. Asmaul Husna dapat menjadi basis yang dikembangkan dalam upaya pembentukan karakter anak usia dini. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat anak memiliki sifat-sifat terpuji.

Menurut Herwina, keberadaan pendidikan diharapkan dapat lebih berorientasi pada nilai-nilai luhur ketuhanan yang diinternalisasikan ke dalam diri anak. Proses internalisasi tersebut membutuhkan sosok (guru) yang dapat mengantarkan, membimbing dan mengarahkan anak untuk melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi.
Prof. Dr. Hj. Herwina Bahar, MA., merupakan guru besar di bidang Pendidikan Islam.

Perempuan kelahiran Metro Lampung, 24 Desember 1968 yang kini menjabat sebagai sekretaris sekolah pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta, tercatat pernah menjadi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ pada 2009-2017. Selama menjadi dekan, ia melakukan berbagai inovasi pengembangan fakultas. Mengintegrasikan pembelajaran berbasis Asmaul Husna dan menginisiasi Hizbul Wathan masuk ke dalam kurikulum sebagai mata kuliah wajib fakultas adalah beberapa diantara banyak inovasi dan inisiasi yang telah dihasilkan.

Sementara itu, Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menyampaikan UMJ bertekad untuk meraih predikat unggul. Melalui SDM yang dimiliki UMJ dan di bawah bimbingan Dikti, Ma’mun menegaskan keyakinannya bahwa UMJ dapat meraih akreditasi unggul.

Selain itu, Ma’mun juga menyampaikan terkait tugas yang diemban oleh seorang akademisi. Menurutnya seorang akademisi, guru besar, memiliki tantangan yang besar yakni memadukan kealiman dan kearifan. "Arif itu menghadirkan kebijaksanaan di dalam proses apapun. Maka sudah menjadi tekad untuk kita semua terutama di kalangan akademis untuk bisa memadukan alim dan arif,” ungkap Ma’mun

Tekad UMJ untuk meraih predikat unggul didukung oleh Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Edy mengatakan bahwa prosentase guru besar yang dimiliki UMJ sebesar 2,5% dapat menjadi modal bagi UMJ untuk meraih unggul dan berdaya saing dan berkemajuan.

Terkait agenda UMJ dalam meraih predikat unggul, pada kesempatan tersebut Dr. Paristiyanti Nurwandanu, MP., Ketua LLDIKTI Wilayah III, menyampaikan dukungan dan masukan kepada PP Muhammadiyah, khususnya UMJ. Paristiyanti memberikan masukan pada UMJ untuk mulai focus ke program magister dan doktor. Hal tersebut disampaikannya berdasarkan persentase dosen, doktor, lector kepala, dan guru besar yang ada di UMJ. Menurutnya, UMJ juga bisa berkolaborasi dengan mitra.

"Saat ini masih dibuka program agar mitra dari praktisi dunia usaha dan industri untik jadi pengajar di UMJ. Rebutlah praktisi mnengajar untuk UMJ. Saya yakin akan terjadi akselerasi guru besar atau lektor kepala di UMJ," tegas Paristiyanti. (RO/OL-15)

Baca Juga

DOK RENDRA SETYADIHARJA

Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO, Nadiem Ajak Lestarikan Pantun

👤Faustinus Nua 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:15 WIB
Indonesia telah mencatat sejarah penting karena pantun diakui sebagai budaya dunia pada Desember 2020 dan kerja keras melestarikan pantun...
Antara

Masta, Masakan Sehat Atasi Stunting dari Garut

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:05 WIB
Kabupaten Garut menjadi daerah dengan prevalensi stunting tertinggi se-Jawa...
Antara

170,6 Juta Orang Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:40 WIB
Sementara itu, Kemenkes mencatat 14.732 ribu orang disuntik vaksin dosis pertama hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya