Jumat 17 Juni 2022, 08:15 WIB

Dokter Laporkan Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Berlangsung Cepat

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Dokter Laporkan Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Berlangsung Cepat

MI/ANDRI WIDIYANTO
Petugas memberikan penyuluhan terkait hepatitis akut saat kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

 

DOKTER spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Meida Tanukusumah mengungkapkan perburukan gejala penyakit hepatitis akut berat, yang belakangan menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun, dapat terjadi lebih cepat.

Menurut Meida, perjalanan penyakit hepatitis akut biasanya ada empat fase. Dimulai dari fase replikasi virus yaitu masuknya virus ke dalam tubuh namun belum menimbulkan gejala, kemudian fase gejala awal (prodromal), fase gejala lanjutan atau fase ikterik, dan fase penyembuhan. Namun, pada hepatitis akut berat, perjalanannya menjadi lebih cepat.

"Pada hepatitis akut berat misterius, begitu virus masuk langsung menunjukkan gejala awal, kemudian lanjut lagi ke gejala lanjutan menjadi hepatitis fulminan. Kita harus waspada karena perburukannya cepat," kata Meida dalam sebuah webinar, Kamis (16/6).

Baca juga: Kemenkes : 7 Pasien Dugaan Hepatitis Akut Meninggal Dunia

Adapun gejala awal hepatitis akut berat, kata Meida, di antaranya mual, muntah, diare, dan demam. 

Sedangkan gejala lanjutan berupa warna mata dan kulit menguning, urine berwarna pekat seperti teh, tinja berwarna putih pucat, gangguan pembekuan darah, kejang, bahkan penurunan kesadaran.

Hepatitis sendiri diketahui sebagai peradangan pada hati. Penyebab penyakit tersebut, di antaranya infeksi virus hepatitis A,B,C,D,E, infeksi nonvirus seperti bakteri, atau kondisi lain seperti racun, gangguan aliran darah ke hati, hingga trauma abdomen.

Akan tetapi, Meida, yang kini berpraktik di Rumah Sakit Medistra itu, mengatakan penyebab hepatitis akut berat masih belum diketahui secara pasti dan masih dilakukan penelitian. Namun, ada hipotesa bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh adenovirus-41.

"Tapi ini baru hipotesis. Jadi masih diperlukan serangkaian proses ilmiah, perlu waktu penelitian yang banyak dan tentu biaya. Jadi belum diketahui penyebabnya," imbuh Meida.

Meski demikian, Meida mengimbau para orangtua agar tidak panik dan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan 6M untuk mencegah penularan hepatitis akut berat pada anak.

PHBS meliputi cuci tangan dengan benar, minum air dan makan makanan yang bersih dan matang, buang tinja atau popok pada tempatnya, tidak menggunakan alat makan bersama orang lain, dan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Sedangkan 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, menjaga jarak, dan menghindari makanan bersama.

"Penularannya ini melalui saluran cerna, dari makanan. Makanya, harus makan makanan yang matang. Selain itu, juga melalui kontak erat dengan yang sakit hepatitis," pungkas Meida. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Masyarakat Diingatkan untuk Berhati-Hati Saat Bermedia Sosial

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 08:00 WIB
"Isu seks, agama, dan politik, ketiganya masuk kategori tema yang sensitif dan multitafsir untuk dibicarakan di media...
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Ini Rangkaian Upacara Pengibaran Bendera di Istana Merdeka

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 07:21 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara beserta Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan memasuki tempat upacara pada 9.56...
ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id

Yuk Mengenal 3 Jenis Perpindahan Kalor dan Contohnya

👤Meilani Teniwut 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 04:30 WIB
Perpindahan kalor ada 3 macam yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan oleh berbagai macam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya