Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jika aktivitas donor darah di masa pandemi sangatlah berarti lantaran bisa menyelamatkan nyawa banyak orang.
"Selama pandemi covid-19 donor darah terus dilakukan. Dengan melakukan itu, mereka telah memberikan layanan penting bagi banyak orang dan perlindungan bagi pasien dan sistem kesehatan," kata WHO Director-General Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Selasa (14/6).
Hari donor darah yang diperingati setiap 14 Juni ini menandakan setiap manusia saling berkaitan melalui transfusi darah yang bisa menyelamatkan nyawa.
Donor darah adalah penyelamat dalam keadaan darurat bencana. Krisis kemanusiaan dan bagi orang-orang yang membutuhkan transfusi secara teratur.
"Pada hari donor darah, kami menyoroti kekuatan transfusi darah yang menyelamatkan nyawa. Donor darah sukarela datang dari berbagai kalangan. Tapi mereka memiliki satu kesamaan. Mereka memberikan diri mereka kepada orang lain. Orang yang bahkan tidak mereka kenal," ujarnya.
Baca juga: Bantu PMI, Tugure Targetkan 100 Kantong Darah dari Pendonor
Sayangnya banyak negara atau wilayah tidak memiliki akses donor atau transfusi darah yang memadai. Padahal ada banyak ibu dan juga anak-anak yang membutuhkan transfusi darah agar tetap selamat.
"Namun, di seluruh dunia ada banyak komunitas tidak memiliki transfusi darah yang aman. Wanita/ibu dan anak-anak adalah yang paling berisiko. Jadi tolong, berikan darah jika anda bisa dan berikan secara teratur dan kepada jutaan pendonor darah di seluruh dunia," ungkapnya.
Hari donor darah sedunia diperingati untuk mengampanyekan transfusi darah yang aman untuk menyelamatkan sesama manusia. Sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para pendonor darah sukarela yang tidak dibayar atas pemberian darah mereka yang menyelamatkan jiwa.
Tahun ini, slogan Hari Donor Darah Sedunia adalah Donating blood is an act of solidarity. Join the effort and save lives (Mendonorkan darah adalah tindakan solidaritas. Bergabunglah dengan upaya dan selamatkan nyawa.(youtube WHO/OL-5)
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Setelah diproduksi, minyak mentah bagian milik negara harus diserahkan kepada Pertamina.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved