Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menjalani sidang terbuka doktoral program studi Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti, Sabtu (11/6).
Ia mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengaruh Strategic Leadership Style dan Green Human Resource Management terhadap Management Performance Kodam Jaya yang Dimediasi oleh Teamwork Management.
Dalam pemaparanya, Dudung mengatakan gaya kepemimpinan strategis berpengaruh terhadap performa manajemen. Menurutnya, gaya tersebut terejawantah dalam keberanian untuk mengambil sebuah keputusan.
Salah satu yang dicontohkan adalah pengalamannya menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) ketika menjabat Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta 2020-2021.
"Waktu itu saya harus putuskan dengan situasi dan kondisi, tentunya dilatarbelakangi dengan informasi dari Kapolda, Gubernur, Pol PP," ujarnya di Gelanggang Universitas Trisakti, Jakarta Barat.
Baca juga: KSAD Dudung Luncurkan Buku, Cerita Sempat Jadi Loper Koran
Dudung mengatakan, keputusan itu diambil dengan terlebih dahulu melapor ke atasannya, yakni Panglima TNI, serta kepala staf TNI lain. Selain itu, penurunan baliho-baliho yang tersebar di Ibu Kota pun dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan. Oleh karenanya, ia menegaskan kegiatan tersebut tidak dilakukan karena keinginannya sendiri.
"Tidak serta merta bahwa itu kemauan sendiri, tetapi karena memang ada latar belakang dan menurut saya ini harus dilakukan," kata Dudung.
Oleh karenanya, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ke-42 itu menegaskan bahwa ciri seorang pemimpin adalah harus berani mengambil keputusan. Baginya, keputusan yang salah lebih bagus ketimbang tidak mengambil keputusan sama sekali.
Sidang doktoral Dudung diketuai oleh Prof Dr Ir Kadarsan Suryadi, DEA dengan promotor Prof Dr Willy Arafah, MM, DBA, dan co-promotor Dr Kusandi, MM. Adapun anggota penguji Prof Dr Farida Jasfar, ME, Phd, Orif Dr Zainal Effendi Berlian MM, Phd, serta Dr Ninik Rahayu SH, MS, selaku penguji luar. (A-2)
PENASIHAT Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, menyoroti masih terjadinya ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia.
Sejumlah nama yang bakal mengisi posisi menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dudung Abdurahman hingga Grace Natalie.
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan untuk membahas kondisi pascakericuhan. Ada Dudung Abdurachman dan Wiranto
Dia harap suasana keakraban tetap terjalin. Selain itu, tidak saling menjelekkan dan memaki.
Dudung klaim baru mengetahui namanya disebut dalam bursa calon Ketum PPP. Dia menegaskan bahwa saat ini tak mau berpolitik. "Saya tidak berminat belum mau berpolitik saya," ujar Dudung.
Gus Ipul mengatakan namanya selalu langganan muncul jelang muktamar PPP. Dia menanggapi situasi itu dengan santai.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
Laely meraih IPK sempurna 4,0, menyelesaikan studi hanya dalam 2 tahun 2 bulan menjadikannya salah satu lulusan doktor tercepat, dan terbaik dalam sejarah Program Doktor Fikom Unpad.
Menurut Khofifah, penguatan sumber daya manusia (SDM) tersebut akan menjadi penguatan NU di Jawa Timur untuk menjemput Indonesia Emas Tahun 2045.
Penulisan gelar doktor, baik di Indonesia maupun secara internasional, memiliki aturan khusus yang harus diikuti. Ini aturannya.
Meskipun sering terdengar mirip, gelar "doktor" dan "dokter" memiliki perbedaan signifikan. Catat ini perbedaannya.
Masa studi Bahlil sesuai dengan Peraturan Rektor UI Nomor 16 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Doktor di UI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved