Rabu 01 Juni 2022, 20:32 WIB

SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Siap Produksi Film Layar Lebar  Laundry Story : Cinta di Ujung Senja

Mediaindonesia.com | Humaniora
SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Siap Produksi Film Layar Lebar  Laundry Story : Cinta di Ujung Senja

Freepik.com
Ilustrasi produksi film

 

SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur bekerja sama dengan MixPro Management bulan ini kembali memulai produksi film layar lebar terbaru mereka berjudul Laundry Story: Cinta di Ujung Senja. Produksi film kedua dari SMK ini membuktikan, SMK di Indonesia tidak hanya bisa membuat film pendek, tetapi juga mahir membuat film layar lebar.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaaan, Riset, dan Teknologi Wikan Sakarinto memberi apresiasi atas pencapaian yang baik tersebut. 

“SMK program Pusat Keunggulan ini bisa belajar sambil praktik. Secara kurikulum, sudah kita selaraskan dengan (kebutuhan) industri,” tuturnya secara daring yang disampaikan pada acara SMK Produksi Film Layar Lebar, Bisa!,.

Film Laundry Story: Cinta di Ujung Senja bercerita tentang kisah perjuangan anak SMK hingga ia sukses memiliki usaha binatu (laundry). Film ini menawarkan romansa remaja dalam mengejar mimpi yang dikemas secara apik dan sarat dengan inspirasi hidup yang diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para penonton. Film Laundry Story : Cinta di Ujung Senja ini menjadi film kedua yang diproduksi oleh para pelajar SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen setelah film “Cita-Citaku Setinggi Balon” (CCSB) yang dirilis pada Februari 2022.  

Adapun proses produksi film yang nantinya berdurasi 90 menit ini akan dimulai pada 6 Juni mendatang dan diperkirakan memakan waktu satu bulan. Pengambilan gambar akan dilakukan di wilayah Malang dengan melibatkan sejumlah pemain yang tidak hanya berasal dari siswa SMK saja, tetapi juga dari luar. 

Namun, semua produksi film dilakukan sepenuhnya oleh siswa SMK, seperti kameramen, penata kostum, dan sebagainya. Hal ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis industri (teaching factory) untuk meningkatkan kompetensi keahlian produksi film bagi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.

“Anak-anak ketika membuat film juga dianggap melakukan pembelajaran. Di situ anak-anak bisa menjadi kru, pemain, dan lain-lain. Keterlibatan MixPro Management sangat baik karena bisa melatih siswa dan guru saat berproduksi di lapangan,” lanjut Wikan Sakarinto. 

Menurut Wikan, pembuatan film layar lebar oleh anak-anak SMK ini, bisa menjadi motivasi besar bagi pelajar SMK, bahwa SMK sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata atau menjadi pilihan kedua saat memilih sekolah lanjutan. SMK adalah pilihan utama yang akan melahirkan manusia-manusia kreatif dan penuh daya saing. 

Baca juga : UP dan School Management University Gelar Pelatihan Internasional

"Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tentu sangat mendukung untuk terwujudnya produk-produk SMK ini, termasuk film ini,” kata Wikan menambahkan.

Menyambut keterlibatan peserta didik SMK di dunia industri film, Direktur MixPro Management, Andhika Prabangkara mengatakan sebagai sebuah rumah produksi (production house/PH), pihaknya mengaku senang bisa terlibat dalam dalam satu produksi film dengan siswa SMK. 

Selama ini, MixPro Management telah banyak melakukan kerja sama dengan SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen yakni penyelarasan kurikulum jurusan broadcasting dan perfilman, magang bagi siswa, serta produksi film layar lebar.

“Kami dari industri sangat mendukung. Kami harap keterlibatan generasi muda menjadi semangat baru bagi kolaborasi ini. Dari kerja sama yang baik ini, kami memanggil kembali lulusan untuk bergabung dengan kita,” ungkap Andika antusias. 

Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Siswanto Trimulyono menyatakan harapannya agar film produksi SMK bisa ikut bersaing di ajang kompetisi perfilman. 

"Kami berharap film Laundry Story : Cinta di Ujung Senja akan menjadi film karya anak SMK yang berstandar film nasional. Kami berharap film ini bisa ikut bersaing di ajang kompetisi termasuk di FFI (Festival Film Indonesia)," kata dia.  

Film ini diperkirakan mulai bisa dinikmati oleh para pecinta film Indonesia pada Juli mendatang. Seperti film CCSB, film ini juga akan diputar di sejumlah bioskop, serta ditanyangkan di SMK-SMK di wilayah Malang dan sekitarnya untuk menjangkau penonton yang lebih luas. 

SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen sendiri merupakan salah satu SMK Pusat Keunggulan di Kabupaten Malang. SMK ini memiliki empat kompetensi keahlian, yaitu Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Broadcasting dan Perfilman, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis serta Perhotelan. Sekolah ini memiliki berbagai fasilitas penunjang untuk menggembangkan pembelajaran di sekolah serta telah bekerja sama dengan lebih dari 25 industri mitra. (RO/OL-7)

Baca Juga

Ist/DPR

Fadli Zon: Prangko Identitas Negara dan ‘Second Track Diplomacy’ Antarwarga

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 12:55 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menilai kehadiran prangko dapat menjadi identitas suatu negara, seperti...
Media Indonesia

Media Indonesia Raih Penghargaan Sebagai Most Educative Media dari BMKG

👤Atalya Puspa 🕔Senin 08 Agustus 2022, 12:47 WIB
Media Indonesia meraih penghargaan sebagai Most Educative Media dalam ajang Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Media...
Ist

Dukung Industri Fesyen Tanah Air, Oppo Bazaar Fashion Festival Digelar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 11:03 WIB
Peragaan busana ini pun menggandeng beberapa tokoh ternama seperti Adrian Gan & Sonderlab, Tangan & Anton Ismael, serta Lulu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya