Kamis 26 Mei 2022, 06:00 WIB

Reza Rahadian Mengadvokasi Pentingnya Penguatan Kapasitas Masyarakat Menghadapi Bencana

Mediaindonesia.com | Humaniora
Reza Rahadian Mengadvokasi Pentingnya Penguatan Kapasitas Masyarakat Menghadapi Bencana

MI/RAMDANI
Reza Rahadian

 

Aktor Reza Rahadian ikut memanfaatkan penyelenggaraan Sesi Ke-7 Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) 2022 di Bali, Rabu (25/5), dengan mengadvokasi pentingnya penguatan kapasitas masyarakat menghadapi bencana.

Menurut dia, mewujudkan masyarakat yang cepat pulih dari bencana (resilience) hanya mungkin terwujud jika masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rentan bencana, dibekali kemampuan dan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana.

Akan tetapi, penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana memerlukan pembiayaan dari pemerintah dan lembaga pembangunan lainnya.

"Penguatan kapasitas masyarakat itu harus mendapatkan dukungan," kata Reza Rahadian, Goodwill Ambassador YAPPIKA-ActionAid, saat berbicara pada kegiatan sampingan GPDRR di Tanjung Benoa, Badung, Bali, Rabu.

YAPPIKA-ActionAid merupakan organisasi nirlaba yang telah beroperasi di Indonesia selama 30 tahun. Penguatan kapasitas masyarakat termasuk dalam menghadapi bencana jadi salah satu fokus organisasi itu.

Reza, yang berbicara di hadapan delegasi asing peserta GPDRR, menyoroti masalah pendanaan untuk program-program pengurangan risiko bencana yang masih relatif rendah.

"Laporan UNDRR pada tahun 2020 memperlihatkan sepanjang 2010–2018 pagu anggaran untuk mengurangi risiko bencana tidak mencapai 1 persen dari total dana yang dialokasikan oleh lembaga pembangunan internasional," kata Reza.

UNDRR merujuk pada Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana.

Oleh karena itu, ia mendesak negara-negara terutama yang telah menandatangani Kerangka Kerja Sendai untuk menegaskan komitmennya menambah alokasi anggaran demi memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Kerangka Kerja Sendai merupakan seperangkat panduan dan target yang disepakati oleh lebih dari 180 negara dan telah diadopsi oleh Sidang Majelis Umum PBB pada tahun 2015. Kerangka Kerja Sendai/Sendai Framework menjadi acuan bagi negara-negara untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan mengurangi risiko/dampak bencana.

Isu lain yang menjadi perhatian Reza Rahadian yaitu pentingnya memberi lebih banyak peran kepada perempuan dan anak-anak muda dalam aksi mengurangi risiko bencana.

Alasannya, generasi muda merupakan kelompok yang bakal banyak menanggung risiko bencana dan dampak krisis mulai dari perubahan iklim, pemanasan global, sampai konflik bersenjata.

Oleh karena itu, dia meyakini pemerintah dan lembaga terkait lainnya di tingkat nasional dan dunia perlu memastikan generasi muda memiliki ketahanan (resiliensi) saat menghadapi bencana/krisis. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA/HO.MCH2022

Calon Haji Bervisa tidak Resmi Dipulangkan ke Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 04:15 WIB
Sejumlah jamaah mengaku telah mengeluarkan biaya antara Rp200 juta hingga Rp300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre...
 ANTARA/Maulana Surya

Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:55 WIB
Rumor tersebut juga masih saja menjadi keyakinan bagi sebagian masyarakat, bahkan sering kali dijadikan sebagai salah satu alasan untuk...
Antara

50,8 Juta Masyarakat Sudah Divaksin Booster

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 22:35 WIB
Penyuntikan vaksin dosis kedua juga bertambah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya